Realita Pekerja Asing di Jepang Melalui Data Statistik

Jumlah pekerja asing di Jepang terus meningkat drastis selama beberapa tahun terakhir, terutama di daerah-daerah perkotaan. Di antaranya adalah pelajar internasional yang bekerja paruh waktu dan orang asing yang tinggal untuk bekerja di Jepang. Pada artikel ini, kami akan membahas situasi aktual pekerja asing dan kondisi sosial di Jepang berdasarkan data resmi yang dirilis pemerintah. Kami berharap analisis ini dapat berguna bagi Anda yang sedang atau akan bekerja di Jepang.

Pekerja Asing Merupakan Sumber SDM yang Penting! Kondisi Jepang di Tengah Perubahan Pesat

Jepang saat ini sedang mengalami penurunan angka kelahiran. Diperkirakan pada tahun 2030, 1/3 dari populasi negara akan berusia 65 tahun sehingga mengakibatkan kekurangan tenaga kerja yang sangat signifikan. Terlebih lagi, kuatnya persaingan internasional karena globalisasi yang cepat dapat menimbulkan masalah bagi Jepang, kecuali jika pemerintah berfokus pada promosi tenaga kerja asing.

Itulah sebabnya Amandemen Undang-Undang Kontrol Imigrasi dan Pengakuan Pengungsi (April 2019) memperkenalkan visa tinggal baru: “Keterampilan Khusus 1” dan “Keterampilan Khusus 2”. Pengenalan kedua visa khusus ini merupakan upaya negara untuk membantu 14 bidang industri tertentu yang sulit mendapatkan sumber daya manusia dan membutuhkan keterampilan khusus, tetapi tidak terlalu bersifat teknis dan terspesialisasi. Tujuannya, agar pekerja asing bisa menjadi bagian dari industri manufaktur dan jasa Jepang.

Namun, upaya tersebut masih belum mengatasi segunung masalah seputar tenaga kerja asing di Jepang. Misalnya, kerumitan prosedur pengajuan visa kerja, adanya kecurangan perusahaan yang mempekerjakan orang asing dengan upah rendah, masalah yang timbul karena perbedaan budaya dan nilai-nilai, serta berbagai masalah lainnya.

Lalu, ada pula isu event internasional yang akan dihadapi Jepang, Olimpiade 2021 (meski statusnya belum pasti karena pandemi virus Corona) dan Osaka World Expo 2025. Bersamaan dengan ini, pemerintah dan dunia usaha Jepang terus berusaha meningkatkan globalisasi. Bahkan, persentase permintaan tenaga kerja asing pun diperkirakan semakin tinggi. Oleh karena itu, dibuatlah undang-undang baru untuk membuat Jepang menjadi lingkungan yang ramah dan nyaman bagi pekerja asing.

Sekarang, setelah kita mengetahui kondisi sosial negara matahari terbit, mari kita lihat lebih dalam realita para pekerja asing yang sedang bekerja di sana berdasarkan angka-angka aktual.

Berapa Jumlah Pekerja Asing di Jepang?

Menurut Laporan Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan tentang Situasi Kerja Orang Asing (Oktober 2019), terdapat 1.658.804 pekerja asing di Jepang. Jumlah tersebut meningkat 198.341 atau 13,6% dibandingkan tahun sebelumnya, yang merupakan rekor tertinggi sejak diwajibkannya laporan ini pada tahun 2007. Peningkatan tersebut kemungkinan besar adalah hasil dari masuknya pelajar internasional dan SDM terampil, serta peserta magang dalam Program Pelatihan Praktik Kerja. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Jepang memang telah mengambil langkah-langkah untuk menerima pekerja asing, dan tampaknya hasilnya mulai terlihat.

Bagan 1

※1 : “Status tempat tinggal di bidang profesional dan teknis” mencakup orang-orang yang tinggal di Jepang dalam jangka waktu lama untuk bekerja dengan profesi, seperti manajer, insinyur, peneliti, koki masakan asing, dan para spesialis.
※2: “Kualifikasi tempat tinggal berdasarkan status” didasarkan pada status sosial dan posisi yang dimiliki seseorang di Jepang, termasuk penduduk tetap, diaspora Jepang, dan sebagainya.
※2: “Kegiatan khusus” adalah kegiatan yang disahkan oleh Menteri Kehakiman untuk setiap warga asing.
※4: “Kegiatan di luar kualifikasi” adalah kegiatan di luar lingkup status tempat tinggal (dibatasi hingga 28 jam / minggu) seperti pekerjaan paruh waktu yang dilakukan oleh pelajar internasional.

Ditambah lagi, ketika pelajar internasional (termasuk mahasiswa S1 dan S2, pelajar SMA dan sekolah kejuruan) menyelesaikan studinya, 14.493 di antaranya akan langsung bekerja di perusahaan Jepang. Artinya, semua lulusan menyumbang 31.1% ke dalam jumlah pekerja asing, menurut data tahun 2016. Persentase ini terus meningkat setiap tahun, dan di sinilah kita bisa melihat bahwa dukungan yang terus berkelanjutan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi terhadap pelajar internasional untuk memasuki dunia kerja di Jepang telah berhasil.

Bagan 2

○ Persentase Pelajar Internasional yang Menyelesaikan Pendidikan Tinggi dan Bekerja di Jepang Tahun 2016

TotalPascasarjana
(Ph.D.)
Pascasarjana
(Magister)
Universitas / S1
(Sarjana)
Perguruan Tinggi JuniorSMK
31.1%19.4%34.2%41.8%49.2%28.0%
※ Termasuk data dari sekolah pascasarjana profesional, perguruan tinggi teknik, dan pendidikan persiapan (preparatory education)

Rincian Data Di Atas:
 Universitas/Pascasarjana: 8.610 orang dari 23.946 (36,0%)
 Perguruan Tinggi Junior: 221 orang dari 449 (49,2%)
 SMK (Sekolah Menengah Kejuruan): 5.532 orang dari 19.727 (28,0%)

Agar tetap inovatif dan kompetitif di era globalisasi, Jepang terus menekankan pengamanan terhadap para pekerja dan pelajar asing selama bertahun-tahun. Semoga ke depannya pemerintah Jepang bisa tetap memberikan dukungan multifaset untuk tenaga kerja asing.

Dari Negara Mana Para Pekerja Asing di Jepang Berasal dan Apa Status Visa Mereka?

1) Negara Asal

Berdasarkan kewarganegaraan, mayoritas pekerja asing di Jepang berasal dari Tiongkok, yaitu 418.327 orang, menyumbang 25.2% dari total keseluruhan pekerja asing. Kemudian, disusul oleh Vietnam dengan 401.326 orang (24.2%) dan Filipina 179.685 orang (10.8%). Dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan terbesar dapat terlihat pada jumlah pekerja asing asal Vietnam, bertambah 84.486 orang (+26.7%), Indonesia bertambah 9.751 orang (+23.4%), dan Nepal bertambah 10.208 orang (+12.5%).

Bagan 3

2)Status Tempat Tinggal

Berdasarkan status tempat tinggal, mayoritas pekerja asing di Jepang (32,1%) adalah penduduk tetap atau diaspora Jepang yang termasuk ke dalam kategori “Kualifikasi tempat tinggal berdasarkan status” pada bagan 1. Kemudian, “Pelatihan kerja (magang)” sebesar 23.1%, “Kegiatan di luar kualifikasi” (termasuk pelajar asing) 22.5%, dan terakhir “Status tempat tinggal di bidang profesional dan teknis” 19.8%.
Peserta program “Pelatihan kerja (magang)” berjumlah 383.978 orang, naik 75.489 orang (+ 24,5%) jika dibandingkan tahun sebelumnya. Demikian pula dengan jumlah orang yang memiliki “Status tempat tinggal di bidang profesional dan teknis”, terjadi peningkatan drastis sebesar 52.264 orang (+ 18,9%) sehingga menjadi 329.034 orang.

Program Pelatihan Praktek Kerja membantu orang asing untuk bekerja di perusahaan Jepang sambil menambah keterampilan dan pengetahuan yang nantinya dapat diaplikasikan dalam pengembangan negara asal mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang telah mencoba membuat program ini lebih mudah diikuti oleh sejumlah negara dengan memberlakukan Undang-Undang Pelatihan Praktek Kerja atau Amandemen Undang-Undang Kontrol Imigrasi dan Pengakuan Pengungsi.

Bagan 4

Daerah Mana yang Populer? Jumlah Pekerja Asing di Setiap Prefektur

Tiga daerah di Jepang dengan jumlah TKA tertinggi adalah Tokyo (485.345 orang / 29,3%), Aichi (175.119 orang / 10,6%), dan Osaka (105.379 orang / 6,4%). Dari angka tersebut, terlihat bahwa kota-kota besar dengan jumlah penduduk yang padat memiliki jumlah TKA yang tinggi.
Di sisi lain, jika kita melihat pada level peningkatan yang tinggi, tiga daerah teratas adalah Nara (5.563 orang, meningkat 35.2% dibandingkan tahun sebelumnya), Okinawa (10.314 orang dengan peningkatan 26.7%), dan Aomori (3.901 orang dengan peningkatan 24,4%).

Ketika kami membandingkan 10 daerah teratas di Jepang dalam hal jumlah tenaga kerja asing dan level peningkatan jumlah tenaga kerja asing, kami sama sekali tidak melihat adanya tumpang tindih. Artinya, daerah-daerah yang jumlah tenaga kerja asingnya memang sudah banyak, fluktuasinya tidak terlalu signifikan. Sementara itu, daerah-daerah yang jumlah tenang asingnya relatif sedikit, angkanya terus meningkat. Jika tren ini berlanjut di masa mendatang, kemungkinan besar pekerja asing akan menjadi “kebutuhan” penting bagi Jepang hingga eksistensinya menyebar sampai ke seluruh negeri. Jadi, bagi Anda yang ingin bekerja di daerah pedesaan Jepang, sekaranglah kesempatan Anda.

Bagan 5

Industri Apa yang Paling Umum? Jumlah Pekerja Asing di Berbagai Industri

Pekerjaan apa yang paling diminati orang asing dan membawa mereka ke Jepang?

Tiga industri terpopuler di kalangan pekerja asing adalah Manufaktur (20,4%), Penjualan dan Ritel (17,4%), serta Akomodasi dan Industri Jasa Makanan (14,2%). Dari segi peningkatan, jumlah orang asing yang bekerja di Manufaktur sebenarnya telah menurun sebesar 1,0% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal serupa terjadi pada industri Akomodasi dan Jasa Makanan yang turun 0.3%. Namun, tidak demikian dengan industri Penjualan dan Ritel yang justru mengalami peningkatan jumlah TKA, yakni sebesar 0.4% Diikuti oleh TKA di industri Konstruksi yang naik 1.3%.

Di bidang pekerjaan khusus, selain di industri penjualan ritel (mini market, dll) dan jasa makanan, orang yang bekerja di bidang IT (insinyur, dll) dan keperawatan pun jumlahnya semakin meningkat seiring berkembangnya zaman. Tidak hanya itu, guru bahasa asing juga merupakan salah satu profesi yang sangat populer di kalangan penutur asli bahasa Inggris di Jepang sejak lama.

Bagan 6

Di Perusahaan Apa Kebanyakan Orang Asing Bekerja? Jumlah Pekerja Asing Berdasarkan Skala Perusahaan

Jika dilihat dari rasio berdasarkan skala, jumlah perusahaan yang mempekerjakan “kurang dari 30 karyawan” sebanyak 59.8%. Namun, terlepas dari skalanya, perusahaan yang merekrut pekerja asing jumlahnya terus bertambah, terutama perusahaan yang memiliki kurang dari 30 karyawan – meningkat 14,0% dari tahun lalu (kenaikan tertinggi).

Bisa kita bayangkan, dengan adanya amandemen undang-undang terkait tenaga kerja asing, pergerakan untuk mempekerjakan orang asing tidak hanya menyebar di perusahaan besar, tetapi juga di perusahaan skala kecil.

Bagan 7

Apakah Jepang Benar-Benar Kekurangan Tenaga Kerja? Tingkat Pengangguran Terkini di Jepang

Di negara-negara yang tingkat pengangguran domestiknya tinggi, sulit bagi pekerja asing untuk mendapatkan visa. Oleh sebab itu, transisi tingkat pengangguran terkini menjadi indeks yang sangat penting ketika mencari pekerjaan di negara lain.

Tingkat pengangguran di Jepang masih tetap berada pada level yang rendah, sekitar 2% sejak tahun 2018 hingga bulan Februari 2020. Sayangnya, situasi ketenagakerjaan mulai memburuk di bulan Maret akibat pandemi virus corona, dan tingkat pengangguran (data survei musiman) pada bulan Juni menjadi 2.8% – persentase tertinggi dalam 3 tahun terakhir (terhitung sejak bulan Mei 2017 yang kala itu mencapai 3.1%).

● Tingkat Pengangguran Bulanan (Pekerjaan Musiman)
Maret 2020: 2.5%
April 2020: 2.6%
Mei 2020: 2.9%
Juni 2020: 2.8%

Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan yang diumumkan pada tanggal 31 Juli, rasio pencarian kerja untuk bulan Juni (disesuaikan secara musiman) adalah 1,11 kali lipat, turun 0,09 poin dari bulan sebelumnya. Ini merupakan penurunan terendah dalam 5 tahun 8 bulan sejak Oktober 2014. Kegiatan ekonomi bahkan terus mengalami stagnasi akibat dampak infeksi virus corona sehingga jumlah lowongan kerja pun berkurang, khususnya di industri manufaktur, layanan / hiburan terkait gaya hidup, dan penginapan / restoran.

Angka pengangguran tersebut diperkirakan akan semakin memburuk sebelum pandemi mereda. Imbasnya, para pekerja asing kesulitan mendapatkan pekerjaan. Jika Anda berencana untuk mencari kerja atau berganti pekerjaan di Jepang, mungkin ada baiknya mempertimbangkan langkah-langkah seperti menunda periode berburu pekerjaan dan menargetkan industri yang tidak terlalu rentan terhadap penyakit menular. Namun, dengan tetap memperhatikan perubahan data terkait hal itu. Contohnya, data tingkat pengangguran dan rasio lowongan pekerjaan.

Kesimpulan

Tidak dipungkiri bahwa jumlah tenaga kerja asing di Jepang semakin bertambah dari tahun ke tahun. Berkaitan dengan hal itu, pemerintah terus merevisi undang-undang untuk mengakomodasi para pekerja asing. Bahkan, di antara warga negara Jepang, banyak yang sudah mulai berpikiran bahwa selama mereka bisa berbagi budaya dan nilai-nilai, mereka dapat hidup rukun meski berbeda kebangsaan seperti Tim Nasional Piala Dunia Rugbi.

Apabila Anda tertarik bekerja di Jepang, kami sangat mendukung Anda untuk melakukannya. Ada banyak hal yang bisa Anda peroleh dari pengalaman bekerja di negara lain. Misalnya, dapat berinteraksi dengan masyarakat lokal, memahami perbedaan budaya, dan sebagainya. Jepang selalu menanti kedatangan Anda dengan tangan terbuka, dan kami berharap tsunagu Local bisa menjadi teman sejati pemberi solusi dalam melalui kehidupan baru Anda di Jepang.

Referensi

■ Laporan Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan tentang Situasi Pekerjaan Orang Asing (Oktober 2019):

https://www.mhlw.go.jp/stf/newpage_09109.html

■ Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi: Konseling ketenagakerjaan untuk mahasiswa asing

https://www.jetro.go.jp/ext_images/jetro/activities/support/ryugakusei/pdf/report_20190228/9.pdf

■ Biro Statistik Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi: Survei Angkatan Kerja (statistik dasar)

https://www.stat.go.jp/data/roudou/sokuhou/tsuki/index.html

The information in this article is accurate at the time of publication.

2 Shares:
You May Also Like