Pengenalan Berbagai Status Ketenagakerjaan di Jepang! Kelebihan dan Kekurangan Karyawan Tetap, Kontrak, dan Paruh Waktu

Bagi sebagian orang, status ketenagakerjaan mungkin tidak terlalu diperdulikan, karena mereka berpikir bahwa mendapatkan gaji dan bekerja di Jepang saja sudah cukup. Namun, sebenarnya Jepang memberlakukan beberapa status ketenagakerjaan, seperti tetap (purnawaktu), kontrak, temporer, dan paruh waktu. Masing-masing status tersebut tidak hanya membedakan gaji, tetapi juga jaminan sosial, kesejahteraan, dan pajak. Oleh sebab itu, Anda perlu berpikir dengan cermat sebelum menentukan pekerjaan. Pelajarilah kelebihan dan kekurangan setiap status ketenagakerjaan yang dijelaskan pada artikel berikut, agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.

Pengertian Status Ketenagakerjaan

Jika Anda seorang pencari kerja di Jepang, pasti Anda sudah familier dengan kata-kata ini:

Tetap (正社員)
Kontrak (契約社員)
Temporer (派遣社員)
Paato (パート) / Part Timer
Paruh waktu (アルバイト)

Akan tetapi, orang yang mengetahui perbedaannya mungkin hanya sedikit. Perbedaan yang dimaksud adalah bentuk kontrak kerja antara perusahaan dan karyawan. Dengan kata lain, terdapat perbedaan status ketenagakerjaan.

Pada artikel ini, kami akan menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan, alur perekrutan, perbedaan gaji, dan ketentuan pendaftaran jaminan sosial untuk tujuh jenis status ketenagakerjaan yang umum Anda temui saat mencari pekerjaan di Jepang.

Asuransi Sosial di Jepang – Orang Asing pun Wajib Ikut Serta!

Asuransi Sosial Jepang mencakup asuransi pensiun, asuransi kesehatan, dan asuransi tenaga kerja (asuransi kecelakaan dan asuransi kerja). Dari semua itu, karyawan harus ikut serta dalam asuransi pensiun dan asuransi kesehatan pada saat yang sama. Peserta dari kedua jenis asuransi ini tidak memandang kewarganegaraan (kecuali untuk orang asing dari negara yang telah menandatangani “Perjanjian Jaminan Sosial ※1), dan jika perusahaan tempat Anda bekerja adalah “Perusahaan Wajib Asuransi ※2” maka Anda wajib mengikuti keduanya. Selain itu, meskipun Anda adalah orang asing, Anda juga dapat menerima tunjangan pensiun pada usia 65 tahun asalkan semua persyaratan terpenuhi.
Namun, beberapa orang mungkin berkata “Saya berencana kembali ke negara asal saya nanti. Jadi, saya tidak ingin ikut serta dalam asuransi pensiun…” Jika demikian, Anda tidak perlu khawatir, karena Anda dapat mengajukan penarikan kolektif selama tenggat waktu yang ditentukan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan merujuk ke artikel terkait di bawah ini.

※1: Sistem yang dibuat dengan tujuan untuk menghindari premi asuransi ganda di Jepang dan luar negeri, serta mempermudah pemenuhan persyaratan yang diperlukan pada waktu pendaftaran untuk menerima tunjangan pensiun.

※2: Perusahaan yang diwajibkan untuk mengikuti asuransi pensiun dan asuransi kesehatan sesuai dengan hukum. Daftar ini mencakup perusahaan yang ditunjuk, perusahaan yang memiliki lima atau lebih karyawan, atau perusahaan negara dan badan hukum.

▼ Artikel terkait: Orang Asing Pun Wajib Bayar! Panduan Lengkap Tentang Pajak, Asuransi Kesehatan, dan Iuran Pensiun

Penerapan Kebijakan “Kesetaraan Gaji untuk Pekerjaan yang Sama Nilainya” pada April 2020

Kebijakan “Kesetaraan Gaji untuk Pekerjaan yang Nilainya Sama” diterapkan untuk menghilangkan kesenjangan dan perlakuan tidak adil di antara karyawan reguler (bekerja permanen tanpa jangka waktu) dan karyawan non-reguler (pekerja dengan batas waktu, paruh waktu, atau pekerja temporer yang diberangkatkan oleh perusahaan pengiriman) di perusahaan atau organisasi yang sama. Sehubungan dengan hal itu, perusahaan melakukan tiga perubahan berikut:

(1) Menetapkan peraturan untuk menghapus diskriminasi.
(2) Meningkatkan kewajiban untuk menjelaskan kepada karyawan mengenai kebijakan remunerasi perusahaan.
(3) Menyediakan konsultasi dan panduan prosedur adminstrasi, serta mengembangkan proses sengketa di luar pengadilan (ADR administratif).

Secara spesifik, jika karyawan reguler dan non-reguler memiliki isi pekerjaan dan lingkup penugasan yang sama, mereka akan menerima gaji dan perlakuan yang sama. Peraturan ini diberlakukan berdasarkan RUU terkait reformasi gaya kerja yang berlaku pada tanggal 1 April 2020 untuk perusahaan besar, dan mulai 1 April 2021 untuk perusahaan kecil dan menengah.

Lantas, apa saja persamaan dan perbedaan status ketenagakerjaan di Jepang? Mari simak pembahasan berikut.

Karyawan Tetap

Karyawan tetap tidak menggunakan kontrak kerja. Artinya, Anda akan bekerja secara permanen dalam jangka waktu panjang dengan jam kerja yang ditentukan undang-undang, yaitu 8 jam sehari dan 40 jam seminggu. Proses perekrutan mungkin berbeda di setiap perusahaan. Namun, pada dasarnya, Anda harus menyerahkan resume dan riwayat pekerjaan. Jika lolos seleksi, Anda kemudian mengikuti 1-2 tahap wawancara. Setelah penetapan kerja ditentukan, biasanya pajak penghasilan, pajak penduduk, asuransi kesehatan, dan iuran pensiun akan langsung dipotong dari gaji.

Keuntungan menjadi karyawan tetap adalah Anda bisa mendapatkan gaji bulanan, kesejahteraan, dan cuti berbayar. Banyak juga perusahaan yang memberikan bonus, tunjangan pensiun, dan lainnya kepada karyawan tetap. Perusahaan Jepang sering kali mengadopsi sistem senioritas. Jadi, semakin lama seseorang bekerja di perusahaan tersebut maka semakin besar pula gajinya. Dari hal ini, kita bisa memahami bahwa karyawan tetap lebih memiliki pendapatan yang stabil dan besarannya pun lebih tinggi dari status ketenagakerjaan lain. Tidak hanya itu, selain kesejahteraan yang diatur undang-undang, ada perusahaan yang menyediakan tunjangan-tunjangan lain, seperti biaya transportasi, tunjangan perumahan (bantuan sewa properti), tunjangan keluarga, bantuan pemeriksaan kesehatan, dan bantuan keuangan untuk ujian kualifikasi. Terlebih lagi, dengan menjadi karyawan tetap, Anda bisa dipercaya oleh perusahaan dan diberi pekerjaan yang layak.

Namun, karyawan tetap akan memiliki tanggung jawab lebih banyak. Jadi, tergantung pada perusahaan dan industrinya, Anda mungkin harus bekerja lembur jika diperlukan. Bagi sebagian besar orang, walaupun diberikan upah lembur, hal ini dianggap sebagai suatu kerugian, karena mereka tidak mau bekerja di luar jam kerja yang ditentukan. Selain itu, bekerja sebagai karyawan tetap juga berkemungkinan untuk dimutasi.

Akan tetapi, penerapan kebijakan “Kesetaraan Gaji untuk Pekerjaan yang Nilainya Sama” dapat mengurangi kesejahteraan dan tunjangan jabatan yang diberikan kepada karyawan tetap di beberapa perusahaan.

Karyawan Kontrak (Kontrak Kerja Berjangka)

Perbedaan utama antara karyawan kontrak dan karyawan tetap adalah adanya kontrak kerja berjangka. Dengan kata lain, jika tidak ada kesepakatan antara perusahaan dan pekerja untuk melanjutkan hubungan kerja maka kontrak akan berakhir. Dalam banyak kasus, karyawan kontrak diperlakukan tidak jauh berbeda dengan karyawan tetap. Misalnya, penjadwalan jam dan jumlah hari kerja yang sama, harus mengikuti asuransi sosial, pajak penghasilan dan pajak penduduk juga dipotong dari gaji. Bahkan, gajinya pun bisa mendekati karyawan tetap.

Kelebihan bekerja sebagai karyawan kontrak adalah Anda bisa mendapatkan pekerjaan dan gaji yang hampir sama, tetapi tidak menanggung tanggung jawab yang sama dengan karyawan tetap. Secara khusus, Anda tidak harus bekerja lembur atau memiliki waktu lembur lebih lebih sedikit, dan karena tempat kerjanya terbatas, kebanyakan tidak ada mutasi. Di samping itu, sedikitnya perusahaan yang melarang karyawan kontrak untuk melakukan pekerjaan sampingan juga dianggap sebagai keuntungan dari status ketenagakerjaan ini. Jadi, dengan status karyawan kontrak yang fleksibel dalam waktu, Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan di tempat lain. Banyak pula perusahaan yang menerapkan kebijakan promosi dan mengangkat karyawan kontrak menjadi karyawan tetap. Jika Anda benar-benar ingin bekerja sebagai karyawan tetap di perusahaan tertentu, salah satu jalur yang bisa Anda tempuh adalah memulainya dari karyawan kontrak terlebih dahulu.

Namun, sebelum Anda memutuskan bekerja dengan status karyawan kontrak, harap mempertimbangkan beberapa kekurangannya. Kontrak Anda bisa saja tidak diperpanjang karena berbagai alasan. Oleh sebab itu, dibandingkan dengan karyawan tetap, lebih sulit bagi karyawan kontrak untuk memiliki pekerjaan yang stabil dan tidak mudah dalam membangun karir.

Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui. Selama masa kontrak masih berlaku, perusahaan tidak akan memutuskan kontrak secara sepihak, kecuali jika ada keadaan yang tidak bisa dihindari.

Saat ini, hanya sedikit perusahaan yang memberikan bonus kepada karyawan kontrak, dan bahkan jika diberikan pun, jumlahnya tidak sebesar karyawan tetap. Namun, kebijakan “Kesetaraan Gaji untuk Pekerjaan yang Nilainya Sama” dapat mengurangi perbedaan tersebut bila Anda melakukan pekerjaan yang sama dengan karyawan tetap. Tunjangan pensiun juga akan dibayarkan kepada karyawan kontrak yang telah lama bekerja meskipun jumlahnya lebih kecil.

Karyawan Temporer

Karyawan temporer adalah status ketenagakerjaan satu-satunya dengan kontrak kerja tidak langsung yang dibahas pada artikel ini. Berbeda dari karyawan tetap, kontrak, paato, dan status lainnya yang terikat hubungan kerja langsung dengan perekrut mereka, karyawan temporer justru menandatangi kontrak dengan perusahaan pengiriman. Kemudian, mereka diberangkatkan ke perusahaan yang sesuai dengan keahlian dan metode kerja masing-masing karyawan. Gaji dan kondisi kerja pun akan berbeda tergantung pada perusahaan pengirim dan perusahaan tempat mereka dipekerjakan. Bahkan, jika ada beberapa karyawan temporer yang bekerja di perusahaan dan melakukan pekerjaan yang sama, mungkin kondisi kerja mereka akan berbeda tergantung pada perusahaan pengirimnya. Karyawan temporer juga mengikuti asuransi sosial di perusahan pengirim.

Keuntungan dari status ketenagakerjaan ini adalah Anda dapat menerima gaji per jam lebih tinggi daripada karyawan paruh waktu dan paato yang juga bekerja dengan sistem gaji per jam. Selain itu, jika memiliki keahlian, Anda berpeluang untuk bekerja di perusahaan asing berskala besar yang biasanya sulit dimasuki karyawan tetap. Namun, ada pula sisi negatifnya. Kontrak Anda akan diperbarui setiap 3 bulan, dan tidak diperbolehkan bekerja di perusahaan yang sama lebih dari 3 tahun. Peraturan ini sudah ditentukan dalam Undang-Undang Pengiriman Kerja yang dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan perekrutan karyawan tetap. Sayangnya, peraturan tersebut menjadi kerugian bagi mereka yang tidak ingin bekerja lama di satu perusahaan.

Setelah penerapan kebijakan “Kesetaraan Gaji untuk Pekerjaan yang Nilainya Sama”, karyawan temporer harus memperhatikan perubahan yang mengiringinya. Untuk menghilangkan perlakuan berbeda, perusahaan pengiriman akan memilih salah satu dari dua metode untuk diimplementasikan. Metode pertama, tujuan perusahaan pengiriman yang sama atau metode seimbang. Kedua, metode kesepatakan manajemen tenaga kerja.

Jika metode seimbang yang diadopsi maka karyawan temporer akan diperlakukan sama seperti karyawan tetap. Dengan begitu, karyawan temporer juga dapat menerima tunjangan yang sama dengan karyawan tetap. Namun, perlu diketahui bahwa kemungkinan masih ada perbedaan perlakukan di perusahaan tempat Anda dipekerjakan.
Di sisi lain, apabila perusahaan pengiriman mengimplementasikan metode kesepakatan manajemen tenaga kerja, besaran gaji akan disesuaikan dengan gaji rata-rata di industri dan tempat kerja yang sama, yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan setiap tahun. Berdasarkan hal itu, remunerasi di perusahaan yang dikirim tetap tidak berubah, tetapi mungkin ada situasi yang membedakan remunerasi karyawan yang akan dikirim. Perlu diingat bahwa perusahaan pengiriman besar sering mengadopsi metode kesepakatan manajemen tenaga kerja, dan karena metode ini ditentukan oleh pihak perusahaan pengirim, karyawan temporer tidak dapat memilihnya sendiri.

Terlebih lagi, sejak diberlakukannya Kesetaraan Gaji untuk Pekerjaan yang Nilainya Sama, biaya transportasi yang biasanya tidak diterima karyawan temporer, kini dibayarkan. Hal ini menjadi perubahan besar bagi karyawan dengan status temporer.

Paruh Waktu (Paato dan Arubaito)

Tidak ada perbedaan hukum antara paato atau part time (パート) dan arubaito (アルバイト – paruh waktu). Jika diartikan, dua-duanya memang berarti paruh waktu dalam bahasa Indonesia, dan digaji dengan sistem per jam. Namun, di Jepang, istilah paato hanya digunakan untuk wanita, dan umumnya ditujukan kepada ibu rumah tangga, sedangkan arubaito tidak ada perbedaan gender, dan mencakup pelajar atau kaula muda. Dibandingkan dengan ketiga status ketenagakerjaan di atas, isi pekerjaan paruh waktu lebih bersifat bantuan. Dikarenakan periode kerjanya berbeda-beda tergantung dari tawaran perekrut, Anda dapat memilih periode yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan Anda. Misalnya, bekerja paruh waktu untuk jangka panjang atau jangka pendek.

Akan tetapi, karena isi pekerjaan karyawan paruh waktu sering kali berbeda dari karyawan tetap, sulit untuk memperoleh keterampilan meskipun telah bekerja dalam waktu yang lama. Jika Anda bekerja di industri yang berkaitan dengan layanan pelanggan atau staf penjualan, ada peluang untuk dipromosikan menjadi karyawan tetap. Namun, apabila di masa mendatang Anda ingin menjadi karyawan tetap di bidang lain, sebaiknya pilih status ketenagakerjaan yang lain.

Baik bekerja paato atau arubaito, Anda juga diwajibkan untuk mengikuti asuransi sosial dengan ketentuan sebagai berikut:

・ Jika jam kerja yang ditentukan per minggu dan jumlah hari kerja per bulan mencapai “tiga perempat atau lebih” dari karyawan biasa.
・ Jika jumlah hari dan jam kerja “kurang dari tiga perempat”, tetapi semua poin (1) sampai (5) berikut ini terpenuhi.

(1) Jam kerja reguler lebih dari 20 jam per minggu.
(2) Gaji bulanan 88,000 yen atau lebih.
(3) Masa kerja diharapkan lebih dari satu tahun.
(4) Bukan pelajar.
(5) Karyawan dari perusahaan yang mengasuransikan 501 karyawan atau lebih.

Setelah diterapkannya kesetaraan gaji, perubahan kondisi kerja yang terjadi pada pekerjaan paruh waktu serupa dengan status ketenagakerjaan non-reguler lainnya. Namun, harap dipahami, jika Anda bekerja purnawaktu atau tanpa batas waktu, Anda tidak akan tercakup oleh sistem ini.

Karyawan Reguler Jangka Pendek

Karyawan reguler jangka pendek adalah karyawan yang memenuhi 2 persyaratan di bawah ini:

① Menandatangani kontrak kerja tanpa jangka waktu tetap (kontrak kerja tidak terbatas).
② Penghitungan gaji pokok dan tunjangan pensiun menggunakan metode yang sama seperti karyawan tetap dengan pekerjaan sejenis.

Dikarenakan jam kerja karyawan reguler jangka pendek hanya sekitar 6 jam, gajinya tentu lebih kecil, tetapi di saat yang sama, Anda bisa mendapatkan jaminan sosial dan kesejahteraan seperti yang diterima karyawan tetap. Namun, dari perspektif perusahaan, status ketenagakerjaan ini memiliki banyak kerugian karena adanya peningkatan premi asuransi kesehatan dan biaya kesejahteraan. Oleh sebab itu, sebagian besar perusahaan hanya mempekerjakan karyawan reguler jangka pendek dalam waktu yang terbatas. Misalnya, untuk membantu karyawan dalam pengasuhan anak. Jika nanti Anda ingin bekerja menjadi karyawan tetap, atau saat ini sedang berstatus sebagai karyawan tetap, silakan cari tahu apakah perusahaan tempat Anda bekerja menjalankan sistem ini.

Pada dasarnya, karyawan reguler jangka pendek memiliki jaminan yang setara dengan karyawan biasa sehingga hanya ada sedikit perubahan dari pengaruh penerapan kebijakan kesetaraan gaji untuk nilai pekerjaan yang sama. Namun, apabila Anda bekerja sebagai karyawan reguler jangka pendek dan beban kerjanya tidak berbeda dengan karyawan tetap, Anda dapat meminta penjelasan dari pihak perusahaan mengenai perlakuannya terhadap Anda.

Gyomu Itaku (Karyawan Kontrak yang Dipercaya Perusahaan)

Dengan semakin umumnya pekerjaan jarak jauh, jumlah pekerja asing yang bekerja dengan status gyomu itaku terus meningkat. Namun, jika Anda terikat kontrak dengan banyak perusahaan, perusahaan dengan bayaran tertinggi harus mengajukan visa kerja.

Selain itu, perlu diperhatikan pula bahwa gyomu itaku terbagi menjadi dua jenis kontrak: kontrak delegasi dan kontrak layanan. Dalam kontrak delegasi, pertimbangannya bukan pada hasil pekerjaan, melainkan pekerjaan itu sendiri. Sebaliknya, kontrak layanan memerlukan produk jadi atau hasil tertentu. Misalnya, jika Anda melakukan pekerjaan kantor atau pekerjaan umum maka yang berlaku adalah kontrak delegasi. Apabila Anda seorang desainer web yang membuat halaman web maka yang berlaku adalah kontrak layanan.

Bekerja sebagai karyawan kontrak yang dipercaya memiliki keuntungan tersendiri. Tergantung pada isi pekerjaannya, Anda dapat memaksimalkan atau meningkatkan keahlian Anda tanpa dibatasi lokasi kerja. Kekurangannya, karena Anda tidak dipekerjakaan oleh perusahaan, Anda harus menghitung dan melaporkan pajak Anda sendiri. Apabila pendapatan yang diterima besar, Anda dapat berkonsultasi dengan konsultan pajak, tetapi jika ingin menghemat pengeluaran, cobalah menggunakan layanan pengarsipan pajak cloud. Ada beberapa perangkat lunak cloud yang tersedia, silakan bandingkan sendiri mana yang lebih cocok untuk Anda gunakan.

Berhubung karyawan kontrak yang dipercaya tidak dipekerjakan, kondisi kerjanya tidak terlalu terpengaruh oleh penerapan kebijakan kesetaraan gaji. Namun, karena gaji karyawan temporer menambah beban perusahaan maka semakin banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh karyawan temporer dialihkan ke karyawan kontrak yang dipercaya.

Pekerja Rumahan (Pekerja Jarak Jauh)

Berbeda dengan karyawan kontrak yang dipercaya, individu yang menggunakan komputer dan peralatan komunikasi pribadi disebut pekerja rumahan. Mereka biasanya terikat kontrak layanan untuk bidang yang mereka kuasai, seperti insinyur, desainer, atau penerjemah. Sesuai namanya, pekerja rumahan tidak dibatasi lokasi, Anda bisa bekerja di rumah sendiri atau bahkan di kafe.
Bagi pekerja asing, cara kerja seperti ini sangat menarik, karena meskipun mereka harus kembali ke negaranya untuk sementara waktu, mereka tetap dapat bekerja selama memiliki komputer.
Walaupun pekerja rumahan mendapatkan kebebasan, alangkah baiknya jika Anda mengonfirmasi detail kontrak terlebih dahulu. Tentu saja, mengonfirmasi kontrak adalah hal yang wajar untuk semua status ketenagakerjaan, tetapi untuk pekerja rumahan, kontrak baru akan diterima setiap kali menerima proyek. Terkadang, ada perusahaan yang menurunkan harga setelah pekerjaan selesai atau tidak bisa dihubungi. Jadi, untuk menghindari hal itu terjadi, gunakanlah situs terpercaya atau situs khusus freelancer.
Dampak dari penerapan kebijakan Kesetaraan Gaji untuk Pekerjaan yang Nilainya Sama dalam pekerja rumahan serupa dengan pekerja gyomu itaku.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mencari Pekerjaan

Jika Anda ingin mendapatkan visa kerja (status kependudukan yang memungkinkan Anda bekerja), Anda harus mempertimbangkan status ketenagakerjaan dan isi pekerjaan yang dapat memenuhi persyaratan pendaftaran. Dalam tinjauan visa kerja ada banyak faktor yang menjadi penilaian: stabilitas, kontinuitas, dan profitabilitas perusahaan perekrut. Jika kontrak kerja hanya satu tahun atau kurang, kemungkinan besar visa kerja tidak akan diterbitkan. Oleh karena itu, pilihlah status ketenagakerjaan dengan masa kontrak yang panjang. Perlu diingat bahwa kualifikasi akademis dan pengalaman juga sangat penting untuk mendapatkan pekerjaan sesuai bidang yang Anda diinginkan.
Saat menandatangi kontrak, ingatlah untuk memastikan kembali dengan perekrut mengenai metode kerja, gaji, isi pekerjaan, dan sebagainya, tidak hanya secara lisan, tetapi juga tertulis.

Ditambah lagi, Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Asuransi Kesehatan melarang adanya diskriminasi dalam hal kondisi kerja karena perbedaan kewarganegaraan. Bahkan, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan juga telah mengluarkan pedoman bahwa “jika ada permintaan dari pekerja asing, perusahaan harus menjelaskan isi dan alasan perbedaan perlakukan dengan karyawan biasa”. Jadi, apabila Anda memiliki keraguan tentang perlakukan terhadap Anda, jangan ragu untuk bertanya kepada perusahaan.

Cara Mengubah Status Ketenagakerjaan dan Catatan Penting

Apa yang harus diperhatikan oleh pekerja asing ketika mengubah status ketenagakerjaan dari paruh waktu menjadi tetap, atau dari karyawan kontrak menjadi pekerja rumahan?
Pertama, jika status berubah, kontrak kerja harus ditandatangani ulang meskipun bekerja di perusahaan yang sama. Agar terhindar dari masalah di kemudian hari, pastikan untuk selalu menandatangi kontrak tertulis walaupun Anda pernah atau sudah lama bekerja dengan perusahaan tersebut.

Perubahan premi asuransi sosial juga dapat berubah karena perubahan status ketenagakerjaan Anda. Contohnya, jika Anda mengganti status dari karyawan kontrak ke pekerja rumahan, Anda tidak dapat menggunakan asuransi kesehatan sehari setelah Anda keluar dari perusahaan. Perusahaan Anda sebelumnya akan melakukan prosedur kualifikasi asuransi sosial. Jadi, pastikan untuk menyerahkan laporan diskualifikasi tertanggung yang diberikan perusahaan dan mengembalikan kartu asuransi Anda. Kemudian, premi asuransi nasional akan dibebankan kepada Anda sehari setelah pengunduran diri. Oleh karena itu, segeralah pergi ke kantor pemerintah daerah untuk menyelesaikan prosedur pendaftaran asuransi nasional.

▼ Artikel terkait: Orang Asing Pun Wajib Bayar! Panduan Lengkap Tentang Pajak, Asuransi Kesehatan, dan Iuran Pensiun

Setelah membaca penjelasan di atas, apakah Anda sudah memahami perbedaan setiap status ketenagakerjaan? Saat mencari pekerjaan, sebagian besar orang cenderung hanya melihat gaji dan isi pekerjaannya saja. Akan tetapi, jika Anda benar-benar mengincar karir yang baik, harap memastikan juga status ketenagakerjaan. Dengan memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing status, serta memilih perusahaan yang tepat, Anda pasti dapat bekerja di Jepang dengan nyaman.

The information in this article is accurate at the time of publication.

5 Shares:
You May Also Like