Anda Sedang Mencari Pekerjaan di Jepang? Pahami Perbedaan “Gyoshu” (業種), “Gyokai” (業界), dan “Shokushu” (職種)

Saat mencari pekerjaan di Jepang, ada tiga istilah yang harus Anda pahami: 業種 (Gyoshu – Sektor), 業界 (Gyokai – Industri), dan 職種 (Shokushu – Jenis Pekerjaan). Setelah memahami perbedaan ketiga istilah tersebut, Anda akan dapat mengarahkan karir Anda ke arah yang tepat. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, mari simak pembahasan berikut.

Apa Perbedaan “Sektor” (業種), “Industri” (業種), dan “Jenis Pekerjaan” (職種)?

Jika ingin bekerja di Jepang, Anda akan membutuhkan lebih dari sekadar niat. Untuk mengetahui jenis pekerjaan apa yang paling cocok dengan keahlian Anda, pahami dulu perbedaan antara “Sektor” (業種), “Industri” (業界), dan “Jenis Pekerjaan” (職種). Dengan begitu, Anda bisa memilih jenis perusahaan yang tepat untuk menggunakan kemampuan Anda semaksimal mungkin. Jadi, sebelum memulai pencarian kerja di Jepang, mari simak penjelasan kami tentang pengertian dan beberapa contoh sektor, industri, dan jenis pekerjaan di Jepang.

1. Apa Itu Sektor (業種)?

“Sektor” adalah kategori bisnis (perusahaan atau individu).
Komite Kode Identifikasi Sekuritas mengklasifikasikannya sebagai jenis Profesi. Biro Statistik (Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi) kemudian mendefinisikannya dalam Klasifikasi Standar Industri Jepang sebagai “aktivitas manusia dalam menghasilkan sesuatu yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari”, seperti Pertanian, Fabrikasi, Manufaktur, atau Keuangan. Dengan kata lain, setiap aktivitas manusia yang menghasilkan sesuatu dapat secara luas digambarkan sebagai Profesi, dan Sektor menjadi subbagiannya.

Meskipun ada perbedaan dalam mendeskripsikan sektor pada iklan lowongan kerja, Hello Work (nama panggilan untuk Kantor Keamanan Ketenagakerjaan Publik) mengikuti Klasifikasi Standar Industri Jepang yang dibagi menjadi 20 kategori utama:

A. Pertanian dan Kehutanan
B. Perikanan
C. Penambangan dan Penggalian Batu dan Kerikil
D. Konstruksi
E. Manufaktur
F. Listrik, Gas, Pasokan Panas, dan Air
G. Informasi dan Komunikasi
H. Transportasi dan Pos
I. Perdagangan Grosir dan Ritel
J. Keuangan dan Asuransi
K. Real Estate dan Penyewaan Barang
L. Penelitian Ilmiah, Layanan Profesional dan Teknis
M. Akomodasi, Food and Beverage (F&B)
N. Industri jasa yang berhubungan dengan kehidupan, Hiburan
O. Pendidikan, Dukungan Pembelajaran
P. Medis dan Kesejahteraan
Q. Layanan Gabungan
R. Industri Jasa (tidak diklasifikasikan di tempat lain)
S. Pemerintahan (kecuali yang diklasifikasikan di tempat lain)
T. Industri yang Tidak Dapat Diklasifikasikan

2. Apa Itu Industri (業界)?

Istilah “Indusri” menggambarkan kumpulan orang dan perusahaan yang berada di sektor yang sama atau menangani jenis produk yang sama. Jika Sektor ditentukan oleh Profesi seseorang, Industri diklasifikasikan menurut jenis produk dan layanan yang mereka tawarkan. Namun, Industri masih ditentukan berdasarkan Sektor, dan masing-masingnya dapat menangani berbagai macam produk dan layanan. Secara umum, ada delapan kategori Industri:

  • Manufaktur: Memproduksi Barang
    ⇒⇒⇒ Mobil, pakaian, dll
  • Perdagangan: Mendapatkan keuntungan dengan menjual produk yang diperoleh melalui ekspor dan impor
    ⇒⇒⇒ Perusahaan perdagangan umum dan khusus, dll
  • Ritel: Menjual barang ke konsumen
    ⇒⇒⇒ Toserba, supermarket, mini market, dll
  • Keuangan: Mengelola uang untuk mendapat keuntungan
    ⇒⇒⇒ Bank, perusahaan saham, asuransi jiwa, asuransi properti, dll
  • Layanan: Menyediakan layanan
    ⇒⇒⇒ Pendidikan, kesejahteraan / perawatan, perjalanan, hotel, ryokan, dll
  • Perangka Lunak / Komunikasi: Menambah nilai pada informasi dan menjualnya
    ⇒⇒⇒ Perusahaan penyedia layanan yang berkaitan dengan transmisi dan pemrosesan informasi, dll
  • Media: Menyediakan informasi kepada khalayak ramai untuk memperoleh keuntungan
    ⇒⇒⇒ Penyiaran, surat kabar, penerbitan, iklan, dll
  • Kantor Pemerintah / Perusahaan / Organisasi Publik: Kantor pemerintah pusat dan daerah
    ⇒⇒⇒ Kantor pemerintah, kantor kota, kantor daerah, polisi, sekolah negeri, rumah sakit, dll

3. Apa Itu Jenis Pekerjaan (職種)?

“Jenis Pekerjaan” adalah istilah yang merujuk pada profesi. Berbeda dari “Sektor” dan “Industri” yang mendeskripsikan kerangka kerja perusahaan, “Jenis Pekerjaan” justru berfokus pada peran di dalam perusahaan, dan diklasifikasikan menurut isi pekerjaan. Berdasarkan klasifikasi pekerjaan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan yang digunakan oleh Hello Work, ada 11 jenis pekerjaan di Jepang:

・ Manajemen: manajer / eksekutif di organisasi pemerintah dan perusahaan.
・ Spesialis / Teknisi: peneliti, pengembang teknologi, dokter, apoteker, dll.
・ Pekerja kantor: karyawan kantoran umum dan profesional.
・ Tenaga Penjualan: kasir, pegawai toko ritel, dll.
・ Tenaga Pelayanan: petugas hotel / penginapan, staf fasilitas rekreasi, pegawai salon kecantikan, staf perawatan, dll.
・ Petugas Keamanan: pengawal, polisi, satpam, dll
・ Pekerja Pertanian, Kehutanan, atau Perikanan: peternak sapi potong dan sapi perah, penamam pohon, dll.
・ Pekerja Manufaktur: pembuat besi, staf perawatan pesawat, dll.
・ Pekerja Transportasi / Operator Mesin: masinis, pilot, pemandu bus, dll.
・ Pekerja Konstruksi atau Penambangan: pekerja konstruksi, tukang ledeng, penambang, dll.
・ Petugas Pengiriman, Kebersihan, atau Pengemasan: pengantar surat, petugas pengiriman, pembersih jalan, staf pengemasan produk, dll.

Tidak Ada di Negara Asing? Sekilas Tentang Pekerjaan Tradisional Jepang yang Unik

Negara-negara di dunia tentu memiliki profesinya sendiri yang lahir dari sejarah dan tradisi yang panjang. Begitu pula dengan Jepang. Meskipun kini pekerjaan tradisional di Jepang perlahan mulai menghilang karena westernisasi yang cepat sejak abad ke-19, ada sejumlah pekerjaan tradisional yang masih bertahan hingga saat ini.

Pekerjaan khas Jepang yang paling unik adalah:

  • Profesi yang berkaitan dengan seni dan budaya: pemain Noh, pemain kyogen, aktor kabuki, musisi istana, dll.
  • Pengrajin yang membuat produk tradisional Jepang: tukang kayu Kuil Shinto dan Buddha, pekerja pernis (orang-orang yang membuat produk pernis, yaitu barang-barang yang dilapisi dengan getah dari pohon pernis Jepang), pembuat topeng Noh, pembuat pedang, pengrajin tikar tatami, dll.

Sayangnya, para profesional yang masih mempraktikkan kesenian dan kerajinan tradisional ini usianya sudah semakin tua, sementara jumlah kaula muda yang ingin menjadi pengrajin terus berkurang.

Pekerjaan yang Bisa Dilakukan Orang Asing di Jepang

Ketika orang asing mencari pekerjaan di Jepang, tidak semua jenis pekerjaan bisa dilakukan, karena itu tergantung pada status tinggal Anda. Misalnya, penduduk jangka panjang, seperti penduduk tetap, pasangan warga negara Jepang, atau pasangan penduduk tetap, dapat bekerja di segala sektor dan terlibat dalam pekerjaam apa pun yang mereka inginkan. Jika Anda memegang status tinggal lain, perlu diperhatikan bahwa Anda harus mendapatkan pekerjaan dalam cakupan yang diizinkan oleh status tinggal Anda. Jadi, harap berhati-hati untuk tidak melakukan pekerjaan di luar status tinggal Anda. Pada bulan April 2020, ada 19 jenis status tinggal (visa kerja) yang memberikan hak terbatas kepada orang asing untuk bekerja di Jepang.
Situs web Kementerian Luar Negeri

Status tinggal paling populer untuk orang asing yang dipekerjakan oleh perusahaan Jepang adalah visa Insinyur / Spesialis dalam Humaniora / Layanan Internasional. Biasanya berlaku untuk jenis pekerjaan, seperti insinyur, desainer, dan juru bahasa. Kabarnya, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan yang mulai mempekerjakan orang asing dengan pengetahuan dan keterampilan khusus semakin bertambah. Bahkan, perusahaan akan membawa mereka ke Jepang dengan visa Profesional Berketerampilan Tinggi.

Sekali lagi, setiap pekerja asing yang ada di Jepang tidak boleh menyimpang dari aktivitas, tugas, dan tempat kerja yang diizinkan pada status tinggalnya. Pastikan untuk memeriksa kembali jenis pekerjaan apa saja yang diperbolehkan dalam lingkup visa Anda. Oleh sebab itu, memahami pengertian dan perbedaan Sektor, Industri, dan Jenis Pekerjaan sangatlah penting.

Setelah membaca penjelasan di atas, kami berharap Anda benar-benar bisa memilih pekerjaan yang sesuai dengan cermat dan tepat. Apalagi kata Sektor (業種), Industri (業界), dan Jenis Pekerjaan (職種) sering muncul pada iklan lowongan kerja di Jepang. Dengan memahami ketiga istilah tersebut, berburu pekerjaan di Jepang pasti akan menjadi lebih efisien!

The information in this article is accurate at the time of publication.

4 Shares:
You May Also Like