Hamil atau Akan Melahirkan di Jepang? Inilah Dokumen yang Harus Anda Ajukan!

thủ tục mang thai và sinh con tại Nhật

Saat hamil atau akan melahirkan di Jepang, Anda membutuhkan banyak dokumen. Jika Anda tidak terlalu mahir bahasa Jepang, ini mungkin menjadi proses yang sangat sulit. Namun, tidak mengisi formulir yang diperlukan dapat membuat Anda kehilangan uang bantuan atau bahkan status tinggal anak Anda. Itulah sebabnya pada artikel ini, kami akan membahas tentang semua dokumen yang bisa Anda isi, sejak mengetahui kehamilan hingga menjelang persalinan. Untuk mengetahui dokumen apa yang berlaku bagi Anda dan menjawab semua pertanyaan yang mungkin Anda miliki, silakan berkonsultasi dengan pemerintah kota setempat secara langsung atau online.

Hal-Hal yang Perlu Anda Lakukan Sebelum Melahirkan

◆Mendapatkan “Boshitecho”

画像素材:PIXTA

Setelah memperoleh hasil positif pada tes kehamilan (tersedia di semua apotek dan toko obat), Anda harus mengonfirmasinya dengan OB-GYN. Kemudian, begitu detak jantung janin terdeteksi pada sekitar minggu ke 5-8, pergilah ke pusat kesehatan di kota Anda (seperti yang ditentukan pada sertifikat tinggal Anda) untuk mendapatkan “boshitecho” atau buku catatan kesehatan maternitas. Selama berada di sana, Anda juga bisa menerima voucher untuk pemeriksaan kesehatan ibu hamil. Boshitecho memberi Anda hak atas bantuan keuangan untuk biaya perawatan kesehatan yang berkaitan dengan kehamilan. Oleh sebab itu, pastikan Anda mendapatkannya secepat mungkin.

Untuk menerima boshitecho, biasanya Anda harus menyerahkan dokumen-dokumen berikut:

  1. Kartu pasien dari rumah sakit tempat Anda mendapatkan hasil tes kehamilan.
  2. Dokumen yang mengonfirmasi MyNumber Anda, dan
  3. Identitas Pribadi.

Beberapa kota mungkin juga akan meminta Anda memberikan sertifikat kehamilan yang Anda dapatkan di rumah sakit. Silakan konsultasikan dengAn pemerintah kota setempat, baik secara langsung atau online, untuk mengetahui dokumen mana yang Anda perlukan.

◆Konsultasikan dengan Tempat Kerja Anda Tentang Cuti Melahirkan dan Mengasuh Anak

Banyak wanita hamil yang tidak tahu bagaimana atau kapan harus memberi tahu perusahaan tentang kehamilan mereka. Di Jepang, pemberitahuan umumnya disampaikan ke perusahaan sekitar bulan ke-3 atau ke-4 kehamilan, dan mulai membicarakan tentang cuti melahirkan (sebelum dan sesudah) serta mengasuh anak. Namun, jika Anda sering mengalami mual di pagi hari, sebaiknya memberitahu perusahaan lebih awal.

Cuti Hamil Sebelum Melahirkan: Anda bisa mendapatkan cuti enam minggu sebelum waktu perkiraan melahirkan (14 minggu untuk anak kembar). Prosedur pengajuan berbeda-beda di setiap perusahaan.

Cuti Hamil Setelah Melahirkan: Dalam banyak kasus, Anda tidak dapat kembali bekerja selama delapan minggu setelah melahirkan. Namun, jika dokter mengizinkan, Anda bisa mengajukan permohonan untuk kembali bekerja setelah enam minggu pascamelahirkan.

Cuti Mengasuh Anak: Baik pekerja pria maupun wanita yang mempunyai anak di bawah usia satu tahun dapat mengambil cuti ini selama jangka waktu yang diinginkan sampai anak tersebut berusia satu tahun.

◆Mengajukan Tunjangan Kehamilan dan Kelahiran

Ada dua tunjangan yang harus diajukan oleh wanita hamil agar bisa menerima banyak bantuan dana. Jadi, pastikan untuk menanyakannya kepada perusahaan atau lembaga asuransi kesehatan Anda.

Tunjangan Kehamilan【出産手当金】

Tujuan: Memberikan tunjangan bagi wanita yang penghasilannya berkurang saat melahirkan.
Sasaran: Orang-orang yang dilindungi oleh asuransi kesehatan di tempatnya bekerja.
Jumlah: (Rata-rata remunerasi bulanan standar (*) dari tahun sebelumnya ÷ 30 hari) × 2/3
Cara Mendaftar: Dapatkan formulir permohonan dari perusahaan tempat Anda bekerja.
*Remunerasi bulanan standar yang dimaksud di sini adalah pendapatan bulanan rata-rata yang ditentukan untuk menghitung premi asuransi sosial Anda.

Tunjangan Kelahiran【出産一時金】

Tujuan: Membantu biaya keuangan terkait persalinan.
Sasaran: Orang-orang yang dilindungi oleh Asuransi Kesehatan Nasional atau asuransi kesehatan perusahaan.
Jumlah: 420,000 yen per anak (404,000 yen jika rumah sakit atau klinik tempat penerima tunjangan melahirkan tidak termasuk dalam Sistem Kompensasi Kebidanan Jepang, atau jika melahirkan prematur/kurang dari usia kehamilan 22 minggu).
Cara Mendaftar: Melalui perkumpulan atau asosiasi asuransi kesehatan penerima. Namun, apabila Anda telah terdaftar dalam asuransi kesehatan di tempat kerja pranatal Anda selama satu tahun atau lebih, Anda dapat memilih untuk mengajukan tunjangan kelahiran sekaligus, baik melalui asuransi kesehatan di tempat kerja sebelumnya atau asuransi kesehatan milik suami, hingga enam bulan setelah berhenti. Jumlah akhirnya mungkin akan berbeda tergantung pada jenis asuransi kesehatan. Silakan memeriksanya untuk memastikan berapa banyak dana tunjangan yang berhak Anda dapatkan.

Prosedur Setelah Melahirkan

 ◆Melakukan Pendaftaran Akta Kelahiran (Dalam 14 Hari Setelah Melahirkan di Jepang)

Ibu atau ayah bayi harus mendaftarkan kelahiran ke kantor kotamadya tempat kelahiran itu terjadi dalam waktu 14 hari, terhitung sejak hari melahirkan. Untuk mendaftar, Anda perlu membawa akta kelahiran, formulir pendaftaran yang telah diisi (keduanya dapat diperoleh di fasilitas medis tempat Anda melahirkan), dan boshitecho. Orang asing mungkin juga harus membawa paspor, kartu penduduk, atau sertifikat penduduk permanen khusus. Persyaratan dokumen berbeda di setiap kotamadya, harap periksa situs web resmi kota tempat tinggal Anda untuk memastikannya. Di formulir pendaftaran kelahiran terdapat spasi untuk nama anak, tetapi perlu diketahui bahwa Anda hanya dapat menggunakan huruf katakana dan kanji. Namun, penulisan nama dengan kanji hanya berlaku untuk orang asing dari negara yang mengizinkannya.

Dalam kasus orang tua beda negara (satu warga negara Jepang, satu warga negara asing), anak tersebut secara otomatis mendapat kewarganegaraan Jepang. Jadi, tidak perlu mengajukan status tinggal.

Di samping itu, ada pula formulir laporan kelahiran (出生連絡票), yang juga harus diserahkan ke pusat kesehatan di kantor kotamadya setempat. Penyerahan laporan ini bertujuan untuk membantu pemerintah kota melacak semua rumah tangga yang memiliki bayi baru lahir dan mengoordinasikan kunjungan ke rumah. Pastikan Anda menyerahkannya sedini mungkin.

◆Mengajukan Tunjangan Anak (Dalam 15 Hari Setelah Melahirkan di Jepang)

Setiap anak di Jepang berhak menerima tunjangan anak sampai berusia 15 tahun, sebelum ia menyelesaikan masa sekolah menengah pertamanya (tanggal 31 Maret). Ajukan tunjangan anak di kota setempat dengan mengambil formulir secara langsung atau online. Selain itu, Anda juga memerlukan ID, dokumen yang mengonfirmasi MyNumber Anda, buku tabungan atau kartu debit, dan kartu asuransi kesehatan. Jika Anda masuk ke Jepang setelah hari penillaian dasar pajak, Anda juga harus membawa salinan paspor. Apabila pendapatan Anda sama dengan atau di bawah batas pendapatan yang ditetapkan, Anda akan menerima tiga kali pembayaran dalam setahun senilai 10,000 – 15,000 yen, tergantung pada berapa banyak anak yang Anda miliki dan usia mereka.

◆Pendaftaran Status Tinggal

(1) Kedua Orang Tua Berkewarganegaraan Asing

① Laporkan kelahiran di kantor kotamadya setempat (seperti dijelaskan sebelumnya) dan terima “Sertifikat Penerimaan Laporan Kelahiran”.

② Dalam waktu 30 hari setelah melahirkan, serahkan dokumen-dokumen berikut ini ke Biro Imigrasi setempat untuk mengajukan status tinggal anak Anda. Begitu status tinggal diberikan, tunjukkan paspor Anda untuk menerima kartu penduduk.

Dokumen-dokumen yang diperlukan:
・Formulir izin akuisisi status tinggal (在留資格取得許可申請書).
・Dokumen yang menyatakan kelahiran anak (Sertifikat Penerimaan Laporan Kelahiran atau boshitecho).
・Salinan Sertifikat Tinggal yang mencantumkan semua anggota rumah tangga Anda, termasuk anak.
・Paspor anak (bisa diserahkan menyusul).
・Salinan Kartu Penduduk dan Paspor orang tua.
・Dokumen yang menyatakan pekerjaan dan pendapatan orang tua atau wali (Sertifikat Kerja, Sertifikat Pembayaran Pajak Penduduk).
・Kuesioner.

③ Kemudian, bawa akta kelahiran dan permohonan penerbitan paspor ke kedutaan atau konsulat negara di Jepang sesuai negara kebangsaan anak Anda. Ini dapat dilakukan sebelum langkah ②.

(2) Salah Satu Orang Tua Penduduk Permanen

Apabila salah satu orang tua anak yang lahir di Jepang adalah penduduk permanen/tetap, anak tersebut akan mendapatkan status tinggal “Pasangan atau Anak Penduduk Permanen”. Namun, status itu diberikan hanya jika sang anak tetap tinggal di Jepang. Meskipun orang tua tidak lagi menjadi penduduk permanen setelah anaknya memperoleh status tinggal, status sang anak tidak akan terpengaruh. Orang tua memiliki waktu hingga 30 hari setelah melahirkan untuk mengajukan status tinggal anak mereka di Jepang.

(3) Salah Satu Orang Tua Penduduk Permanen dan Kelahiran Terjadi di Luar Negeri

Jika anak tersebut lahir di luar Jepang dan ayah atau ibunya penduduk permanen, status tinggal yang akan diberikan adalah “Penduduk Jangka Panjang”. Meskipun orang tua anak kemudian kembali ke Jepang dan mendapatkan kewarganegaraan Jepang, status anak itu tetap tidak berubah. Orang tua memiliki waktu hingga 30 hari setelah melahirkan untuk mengajukan status tinggal anak mereka di Jepang.

(4) Orang Tua Pemegang Visa Kerja

Untuk anak yang lahir saat orang tuanya berdomisili di Jepang dengan visa kerja, status tinggal anak tersebut adalah “Tanggungan”. Orang tua memiliki waktu hingga 30 hari setelah melahirkan untuk mengajukan status tinggal anak mereka di Jepang, kecuali mereka berencana meninggalkan Jepang dalam waktu 60 hari.

◆Mengajukan Bantuan Biaya Medis Anak Dalam Waktu 3 Bulan Setelah Melahirkan di Jepang

Bagi orang yang memiliki sertifikat penduduk Jepang dan terdaftar di Asuransi Kesehatan Nasional atau asuransi sosial, anak-anak mereka berhak mendapatkan bantuan biaya medis (医療費助成). Usia anak, batasan pendapatan, dan ada atau tidaknya pembayaran yang ditanggung sendiri oleh orang tua ditetapkan oleh masing-masing kota. Untuk mengajukan bantuan ini di kantor kota, lingkungan, atau desa setempat, Anda memerlukan ID, kartu asuransi kesehatan anak (bila belum diterima, dapat menggunakan kartu asuransi kesehatan wali anak), stempel pribadi, dan dokumen yang mengonfirmasi MyNumber anak tersebut.

Selama kehamilan dan persalinan di Jepang, ada berbagai prosedur yang harus dilakukan. Kami berharap artikel ini bisa membantu Anda memahami dokumen apa yang dibutuhkan sehingga Anda dapat mempersiapkannya sedari dini.

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di Facebook!

The information in this article is accurate at the time of publication.

0 Shares:
You May Also Like
Sea of Japan sightseeing spots
Read More

7 Tempat Wisata di Jepang yang Jarang Diketahui! Jelajahi Laut Jepang dari Kansai

Wilayah Kansai terdiri dari beberapa prefektur yang bersinggungan dengan Laut Jepang, di antaranya Fukui, Kyoto, Hyogo, dan Tottori. Persinggungan dengan Laut Jepang ini berdampak besar terhadap arsitektur, budaya, dan masakan khas daerah tersebut—menawarkan pengalaman spektakuler yang hanya bisa ditemukan di bagian Jepang ini! Jika Anda ingin melakukan perjalanan dengan pemandangan menakjubkan di destinasi yang belum banyak dikenal di kalangan wisatawan mancanegara, teruslah membaca artikel ini. Tempat-tempat ini memungkinkan Anda untuk menyaksikan keindahan alam yang menakjubkan, menyegarkan tubuh dan pikiran sambil menghindari keramaian. Jelajahi sisi alami Jepang ini sesuka Anda. Mari kita pelajari beberapa tempat menakjubkan yang menawarkan panorama Laut Jepang!