Berapa Usia Legal Minum Alkohol di Jepang? 8 Hukum yang Harus Anda Ketahui Sebelum Datang ke Jepang

Berapa usia legal minum alkohol di tempat tinggal Anda? Ada beberapa negara yang menentukan usia 18 tahun, dan ada pula beberapa negara lainnya yang menetapkan usia 20 atau 21 tahun sebagai usia legal. Di Jepang, usia legal yang ditetapkan adalah 20 tahun. Kita tahu bahwa sesuatu yang legal di suatu negara dapat menjadi ilegal di negara lain. Misalnya, meskipun Anda sudah cukup umur di negara Anda, di negara lain bisa dianggap sebaliknya. Ketika liburan di luar negeri, tentu tidak akan ada yang mau melanggar hukum tanpa sengaja, bukan? Untuk membantu menghindari insiden yang tidak diinginkan, berikut adalah 8 hukum paling penting yang harus Anda ketahui sebelum datang ke Jepang.

1. Benarkah Orang yang Berusia 20 Tahun Dapat Minum Alkohol Di Dalam Mobil dan Kereta Api di Jepang?

wtsn88 / Shutterstock.com

Di Jepang, ada Undang-Undang Larangan Minum Alkohol untuk Orang Berusia Di Bawah 20 tahun, baik membeli maupun meminum alkohol. Banyak wisatawan asing di Jepang yang menanti-nanti untuk menikmati alkohol lokal, seperti sake, shochu, dan chuhai, tetapi jangan lupa bahwa minum alkohol di bawah usia 20 tahun adalah melanggar hukum. Jika sudah berusia lebih dari 20 tahun, Anda dapat minum dengan bebas, tetapi harap dingat untuk selalu membawa ID agar bisa membuktikan bahwa Anda sudah masuk usia legal. Apabila Anda terlihat lebih muda, sebagian besar staf toko atau bahkan polisi akan menanyakan ID Anda untuk memastikan usia Anda.

icosha / Shutterstock.com

Selain undang-undang larangan minum alkohol di bawah umur, Jepang tidak memiliki batasan ketat terhadap alkohol, dan Anda akan dapat dengan mudah menemukannya dijual di minimarket dan supermaket. Tidak hanya di bar dan izakaya (pub Jepang), Anda juga dapat membeli alkohol di berbagai restoran. Meskipun sudah tidak lagi umum di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, Anda bahkan dapat membeli alkohol dari mesin penjual otomatis di beberapa daerah. Dengan kata lain, karena pada dasarnya alkohol bisa didapatkan kapan saja dan di mana saja, undang-undang di Jepang mungkin kelihatan lebih longgar bagi sebagian orang. Peraturan tentang tempat untuk Anda dapat meminum alkohol juga terbilang cukup santai. Baik di luar minimarket atau restoran, di taman, stasiun kereta, atau bahkan di shinkansen, Anda bisa minum alkohol di mana saja di ruang publik dan di luar ruangan. Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwa minum alkohol di dalam kereta dianggap tidak sopan di Jepang. Para pekerja yang mabuk di stasiun, kereta, dan bahkan di jalan-jalan, sudah menjadi pemandangan yang biasa di sana.

Jepang juga termasuk negara yang cukup “unik” karena mengizinkan minum alkohol saat mengendarai mobil. Tentu saja, mabuk sambil mengemudi adalah ilegal, tetapi tidak seperti negara lainnya, tidak aturan terbuka yang berlaku untuk penumpang. Bagi siapa saja yang tertangkap sedang mengemudi dalam keadaan mabuk dapat dikenai hukuman penjara lima tahun atau denda hingga jutaan yen, dengan pasal Larangan Mengemudi di Bawah Pengaruh Alkohol dan Perilaku Terkait dalam Undang-Undang Lalu Lintas di Jepang. Selain itu, orang yang mendorong orang yang mereka kenal untuk mengemudi di bawah pengaruh alkohol, atau memberi akses untuk mengendarai mobil, juga dapat dikenakan hukuman di atas. Ingatlah untuk selalu meminum alkohol dalam jumlah yang tidak berlebihan.

2. Usia Legal untuk Merokok adalah 20 Tahun – Dilarang Merokok di Kafe, Restoran, dan di Jalan

Sesuai dengan Undang-Undang Larangan Merokok untuk Anak Di Bawah Umur, Anda yang belum berusia 20 tahun tidak diizinkan merokok atau membeli rokok di Jepang. Meskipun usia 18 tahun sudah diperbolehkan merokok di beberapa negara, itu tidak berlaku di Jepang. Harap diingat, tidak masalah bila Anda diizinkan di negara Anda sendiri, tetapi ketika Anda sedang berada di Jepang dan merokok di bawah usia 20 tahun, Anda bisa mendapat masalah.

Anda dapat membeli rokok di minimarket dan supermaket. Biasanya rokok yang dijual diberi nomor berdasarkan jenis, jadi apabila Anda tidak percaya diri dengan kemampuan bahasa Jepang Anda, tunjuklah etalase yang Anda maksud dan beri tahu nomor dari jenis rokok yang Anda inginkan – staf toko akan mengerti dan mengambilkannya untuk Anda, bahkan jika Anda mengatakannya dalam bahasa Inggris.

Anda juga bisa membeli rokok di mesin penjual otomatis, tetapi Anda perlu kartu TASPO, yaitu kartu ID verifikasi usia. Kartu tersebut hanya tersedia untuk penduduk Jepang dan warga asing berusia 20 tahun ke atas yang sudah mendaftar, jadi wisatawan asing tidak bisa memilikinya. Singkatnya,saat Anda berada di Jepang, Anda perlu membeli rokok secara langsung di toko.

Ned Snowman / Shutterstock.com

1 Pak rokok dijual sekitar 500 yen di Jepang, termasuk merek internasional seperti Marlboro. Jepang terus membatasi tempat-tempat merokok dan menjadikannya sebagai peraturan umum. Sebagian besar kafe, restoran, dan ruang-ruang publik masuk ke dalam area bebas rokok, kecuali ada area khusus untuk merokok. Bahkan di luar, merokok pada umumnya dilarang, jadi pastikan untuk mengikuti aturan setempat.

3. Berjudi Hanya Diizinkan Untuk Orang Berusia 20 Tahun ke Atas: Pachinko dan Pachi-Slot Populer Jepang

Ned Snowman / Shutterstock.com

Beberapa orang mungkin sangat suka mengunjungi kasino dan berjudi ketika mereka sedang liburan. Jepang tidak memiliki kasino, tetapi ada permainan judi yang disebut pachinko dan mesin “pachi-slot”. Di bawah hukum, ini diklasifikasikan sebagai “hiburan publik” untuk orang berusia 20 tahun ke atas, tetapi sebenarnya, pachinko adalah bentuk perjudian. Memang sedikit rumit, jadi mari kita bahas lebih lengkap setahap demi setahap.

Pachinko merupakan jenis permainan pinball tegak lurus yang dilengkapi dengan layar LCD. Permainannya itu sendiri sangat sederhana: pemain memutar tuas pada mesin untuk meluncurkan sebuah bola logam pachinko. Ketika bola memasuki lubang yang disebut “chucker” di tengah papan, tiga angka yang ditampilkan di layar LCD mulai berputar. Mekanisme ini sangat mirip dengan mesin slot yang mungkin pernah Anda lihat di kasino. Saat tiga angka yang sama muncul (jackpot), bagian mesin yang disebut “attacker” di bagian bawah papan akan terbuka. Apabila bola Anda mendarat di “attacker”, sejumlah bola pachinko akan keluar. 

Sama seperti poker chip, bola pachinko ini berfungsi layaknya uang tunai. Artinya, Anda tidak bisa membawa bola logam Anda sendiri untuk bermain, tetapi Anda harus menyewanya seharga 1-4 yen per bola. Selain menggunakan semua bola tersebut untuk bermain, Anda juga dapat menukarnya menjadi uang sesuai dengan kurs pembelian. Contoh: Anda membeli 250 bola seharga 4 yen per dengan total 1,000 yen. Kemudian, Anda mendapatkan jackpot dan menambah bola Anda menjadi 1000. Anda dapat menukar 1000 bola itu dengan nominal sekitar 3.600 hingga 3.800 yen (berlaku biaya tambahan). Jika awalnya Anda menyewa 250 bola seharga 1,000 yen, total bersih yang Anda hasilkan adalah sekitar 2.800 yen. Walaupun ini terang-terangan tampak seperti perjudian, hal itu tidak diakui oleh hukum Jepang dan secara konsisten ditetapkan sebagai “hiburan publik”. Sudah jelas bahwa tempat dan industri pachinko secara umum masuk ke dalam zona abu-abu, karena perjudian itu sendiri sebenarnya ilegal di Jepang. Namun, pachinko sangat diminati oleh orang Jepang dan umumnya dikenal sebagai hiburan populer. Bahkan ada pula orang-orang yang mencari nafkah dari bermain pachinko.

Andrew Mobbs / Shutterstock.com

Permainan populer lainnya adalah pachi-slot. Ini merupakan permainan yang didasari dari jenis mesin slot yang ada di kasino, tetapi bukan menggunakan bola pachinko, melainkan medali. Medali-medali tersebut juga memiliki fungsi yang sama seperti uang tunai, dengan nilai antara 5 sampai 20 yen per keping. Pachi-slot dilengkapi dengan kemampuan untuk mengatur mesin pada tingkat yang berbeda yang berdampak pada kemampuan pemain untuk mencapai jackpot. Itulah perbedaan utamanya dari jenis mesin slot yang ada di kasino. Semakin tinggi pengaturan yang dilakukan, semakin tinggi pula jackpot dan presentase memenangkan permainan. Tentu saja, mesin dengan pengaturan tinggi pastinya lebih populer, dan Anda akan sering melihat antrian panjang di pagi hari di tempat pachinko. Sudah bukan hal yang aneh melihat 500 hingga 1000 orang berbaris di tempat-tempat pachinko besar. Namun, di mata orang asing, itu jelas hal yang aneh.

Dalam beberapa tahun terakhir, upaya untuk memerangi kecanduan judi diberlakukan, dengan memperketat pembatasan area pachinko dan pachi-slot. Meskipun secara resmi permainan ini masih dianggap “hiburan publik”, itu tetaplah melewati batasan dari sekedar sebuah permainan. Jadi, jika Anda memutuskan untuk bermain pachinko di Jepang, sebaiknya Anda hanya menganggapnya sebagai pengalaman budaya dan tidak terlalu terbawa suasana. Apabila Anda termasuk tipe yang sulit menahan diri, kami sarankan untuk tidak mencobanya.

4. Peraturan Mengenai Anak-Anak Di Bawah Umur Berada di Tempat Karaoke Setelah pukul 18:00

Morumotto / Shutterstock.com

Ada beberapa variasi tergantung dari hukum setempat, tetapi secari umum, ada batasan usia untuk memasuki tempat karaoke. Contoh: di sebagian besar daerah, seseorang yang berusia di bawah 16 tahun dilarang memasuki tempat karaoke setelah melewati pukul 18:00, dan yang masih di bawah 18 tahun dilarang masuk mulai pukul 22:00 atau 23:00 ke atas. Baik didampingi atau tidak oleh keluarga atau wali mereka, semua orang yang termasuk dalam batasan usia ini tidak diperbolehkan masuk dan diminta untuk pergi.

Banyak tempat karaoke di Jepang yang buka 24 jam sehari, dan sebagian besar juga menyediakan alkohol. Jadi, apabila Anda orang tua atau wali yang bepergian dengan anak-anak di bawah umur, harap perhatikan hukum di Jepang dan pastikan Anda tidak mengizinkan mereka minum alkohol.

5. Pembatasan Masuk di Game Center – Pria Dilarang Berada di Area Photo Booth di Arena Bermain!

siiixth / Shutterstock.com

Game center di Jepang memiliki batasan yang mirip dengan tempat karaoke. Spesifikasinya juga dapat berbeda di setiap wilayah, tetapi sama halnya seperti karaoke, bagi siapa saja yang berusia di bawah 16 tahun tidak diperbolehkan masuk ke dalam setelah pukul 18:00, dan yang berusia 18 tahun ke bawah dilarang masuk setelah pukul 22:00 atau 23:00. Perbedaan besar antara game center dan karaoke adalah banyak di antara mereka yang tidak buka 24 jam. Misalnya, game center buka pada pukul 10:00 dan tutup pukul 23:00. Ini berlaku di kota-kota besar dan khususnya di daerah pedesaan.

Game center adalah tempat lahirnya “purikura”, atau photo sticker booth, yang sekarang terkenal di seluruh dunia. Namun, ada peraturan untuk booth purikura ini yang tidak diketahui oleh kebanyakan pengunjung internasional, yaitu pria dilarang berada di area purikura kecuali mereka ditemani oleh seorang wanita. Larangan ini diberlakukan setelah serangkaian insiden ketika wanita difoto secara ilegal dan dilecehkan oleh pria di booth purikura.

6. Tidak Ada Batasan Usia di Aula Musik Karena Mereka diklasifikasikan sebagai Restoran!

Berkat kekhasan hukum Jepang, tidak ada larangan untuk melihat pertujukan di “live house” Jepang, yang merupakan tempat konser berskala lebih kecil seperti ruang musik. Kebanyakan live house di Jepang secara resmi dioperasikan sebagai restoran, itulah sebabnya pengunjung diharuskan untuk memesan minuman (500 yen atau 600 yen, yang termasuk biaya pemeliharaan peralatan, dll.) Di bawah hukum Jepang, venue seperti live house (serta venue untuk film, drama, musik, olahraga, dan sebagainya) termasuk ke dalam Undang-Undang Fasilitas Hiburan. Ada sejumlah kondisi yang harus Anda penuhi untuk mendapatkan lisensi untuk mengoperasikan tempat hiburan semacam ini, dan juga banyak aturan yang harus dipatuhi dalam proses manajemennya. Sebaliknya, mengajukan izin sebagai restoran relatif lebih sederhana, dan hanya ada sedikit batasan dalam menjalankannya. Di luar negeri, biasanya pengunjung konser dibatasi hanya untuk mereka yang berada di atas usia legal minum alkohol negara itu, tetapi karena live house dapat secara resmi diklasifikasikan sebagai restoran berdasarkan hukum Jepang, tempat ini tidak perlu mengikuti peraturan tersebut.

Terlebih lagi, pengusaha juga harus mengajukan izin khusus untuk menyajikan minuman dan makanan atau menjalankan tempat hiburan larut malam. Untuk menghindari batasan-batasan itu, banyak live house yang menjadwalkan pertunjukan untuk selesai pada pukul 22:00 hingga 23:00 dan benar-benar mengosongkan area pada larut malam. Hal ini dilakukan untuk membantu mencegah konflik dengan penduduk setempat. Dalam standar industri musik internasional, ini artinya konser di live house Jepang memiliki waktu mulai dan selesai yang lebih awal. Terus terang, live house Jepang menarik pelanggan dengan menghindari sejumlah peraturan.

7. Apakah Ada Rating Ketat untuk Film di Jepang?

Osugi / Shutterstock.com

Organisasi Pengklasifikasian dan Pemeringkatan Film Jepang melakukan penyaringan untuk menentukan rating usia dan klasifikasi lainnya. Dibandingkan dengan beberapa negara lain, standar Jepang untuk sistem pengklasifikasian film sangat ketat.

Misalnya, seri Resident Evil yang populer diberi peringkat R15 + atau R18 + di negara lain, tetapi PG12  (Parents Guide) di Jepang. Mengapa ada perbedaan besar antara Jepang dan negara-negara di dunia? Di Jepang, ada sejumlah peraturan yang mengharuskan adegan kekerasan dan aneh dihapus dari versi aslinya. Jenis regulasi yang sama juga berlaku untuk kartun, video game, dan media lainnya.

Film klasik Back to the Future juga diklasifikasikan sebagai PG12. Klasifikasi ini untuk menghindari pengaruh yang tidak patut dari adegan film yang menggambarkan minum alkohol dan merokok di bawah umur.

Artinya, ada kemungkinan beberapa film yang bisa Anda tonton secara legal di bioskop di negara Anda, tidak bisa ditonton di Jepang. Anda mungkin juga akan menonton versi yang telah diedit dari aslinya!

8. Anda Bisa Mendapatkan SIM Pada Usia 18 Tahun

VTT Studio / Shutterstock.com

Di Jepang, Anda bisa mendapatkan SIM secara legal pada usia 18 tahun. Linimasa setiap orang untuk mendapatkan SIM mungkin berbeda, tetapi tidak jarang bagi siswa sekolah menengah untuk mulai menghadiri sekolah mengemudi pada usia tujuh belas tahun dan lulus dengan lisensi mereka pada usia paling cepat 18 tahun.

Bahkan jika Anda sudah memiliki SIM di negara asal Anda, Anda tidak dapat mengemudi di Jepang kecuali Anda berusia 18 tahun. Harap mengingat hal itu apabila berencana menyewa mobil untuk perjalanan Anda!

Gambar Tajuk: T.TATSU / Shutterstock

The information in this article is accurate at the time of publication.

The information in this article is accurate at the time of publication.

0 Shares: