Makanan Tradisional Tahun Baru Jepang – Apa Itu Ozoni?

Ozoni

Di daerah asal Anda, adakah makanan khusus yang disantap bersama keluarga saat Tahun Baru? Di Jepang, orang-orang biasanya menikmati sup khusus yang disebut “Ozoni” setiap liburan Tahun Baru. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hidangan tradisional ini, kami akan menjelaskan asal mulanya dan bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam membuat Ozoni – makanan tradisional Tahun Baru Jepang.

Apa Itu Ozoni?

Photo:PIXTA

Ozoni adalah hidangan sup dengan kuah miso atau kecap, yang dibuat menggunakan mochi sebagai bahan utamanya dan ditambahkan sayuran, seperti wortel, lobak daikon, dan daun bawang.

Ozoni memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman Heian (794 – 1192). Kehadiran mochi dalam banyak hidangan Jepang, termasuk ozoni, bukan tanpa alasan. Mochi selalu dikaitkan dengan keberuntungan dan telah menjadi bagian dari hidangan pada perayaan atau acara-acara khusus sejak dulu. Tradisi tersebut kemudian berlanjut hingga saat ini, dan setiap daerah di Jepang menyantap ozoni di Tahun Baru sebagai ekspresi keberuntungan dalam menyambut tahun yang baru (karena dapat melalui tahun sebelumnya). Meskipun masing-masing daerah dan keluarga memiliki resep ozoni-nya sendiri, mochi hampir selalu disertakan.

Sekarang, mari kita gali lebih dalam lagi tentang bumbu dan bahan apa saja yang terkandung dalam ozoni.

Jenis Mochi Apa yang Digunakan untuk Ozoni?

Photo:PIXTA

Mochi yang digunakan dalam sup ozoni bisa berbentuk bundar (maru-mochi) atau persegi panjang (kaku-mochi), tergantung pada wilayah Anda berada. Namun, mochi bundar cenderung lebih umum digunakan di Jepang bagian barat, sedangkan mochi persegi panjang di Jepang bagian timur. Kabarnya, penggunaan mochi bundar berasal dari kanji 円 (“en”) yang terdapat pada kata harmonis atau damai 円満 (“enman”). Di sisi lain, mochi persegi panjang muncul karena alasan yang lebih sederhana. Pada zaman Edo (1603 – 1867), ketika populasi ibu kota (di Jepang bagian timur) mulai meroket, pembuatan mochi persegi panjang dalam jumlah besar menjadi mainstream karena tidak perlu repot menggulung.

Bagaimana Cara Memasak Mochi untuk Ozoni?

Photo:PIXTA

Mochi untuk hidangan ozoni bisa direbus, dipanggang, atau digoreng. Mochi goreng adalah yang paling langka dari ketiganya, dengan tekstur renyah dan gurih yang tidak tertahankan. Ketiga metode memasak ini menghasilkan cita rasa dan tekstur yang berbeda. Jadi, cobalah semuanya dan lihat mana yang paling Anda sukai!

Seperti Apa Rasa Sup Ozoni?

Photo:PIXTA

Sup dalam ozoni bisa berupa “sumashi” (kaldu sederhana yang dibumbui kecap dan garam), miso putih (jenis yang lebih manis dan tidak terlalu asin), miso ringan (lebih asin dari miso putih), atau kacang merah. Walaupun sedikit, ada beberapa daerah yang menggunakan mentsuyu (kuah dasar mi) dan sup yang terbuat dari seafood.

Mari Lihat Varian Ozoni di Setiap Daerah

Hokkaido dan Wilayah Kanto

▼ Ozoni dari Prefektur Hokkaido

Photo:PIXTA

Ozoni Hokkaido berisi mochi panggang (persegi panjang), wortel, daun bawang, dan makanan khas Hokkaido lainnya seperti ikura (telur ikan salmon) yang dimasukkan ke dalam kaldu “sumashi” berbahan dasar kecap. Di daerah Ishikari di Hokkaido, ozoni lokal disajikan dengan kaldu miso ala “Ishikari nabe” (hotpot) yang diisi mochi panggang dan bahan-bahan lokal Hokkaido, seperti salmon, kentang, dan ikura.

▼ Ozoni dari Prefektur Iwate

Photo:PIXTA

Di daerah Miyako di Prefektur Iwate, sup ozoni lokal menggunakan kaldu sumashi yang terbuat dari sarden kering dan kecap. Bahan-bahannya adalah mochi panggang (persegi panjang), lobak daikon, wortel, akar burdock, dan salmon. Untuk memberikan “tendangan” rasa, sebelum dimakan bahan-bahan tersebut dicelupkan ke dalam “saus kenari” yang ditambahkan kacang kenari giling manis. Perpaduan antara kaldu asin dan saus manis yang lembut menciptakan harmoni indah lebih dari yang Anda bayangkan!

Wilayah Kanto

▼ Ozoni dari Prefektur Kanagawa

Photo:PIXTA

Prefektur Kanagawa memasukkan bahan berwarna-warni ke dalam kaldu sumashi, seperti mochi panggang (persegi panjang), kamaboko (pasta yang dibuat dengan menumbuk ikan putih), ayam, jamur shiitake, wortel, dan sayuran hijau. Dengan menghilangkan bau dan lemak berlebih dari ayam, sup akan menjadi bening dan Anda dapat menikmati rasa lembut serta alami dari setiap bahan. Kamaboko yang digunakan di ozoni diwarnai merah dan putih menyesuaikan tema warna Tahun Baru di Jepang. Merah melambangkan perlindungan dari roh jahat (jimat), sedangkan putih merepresentasikan kemurnian. Semua aspek ini menjadikan ozoni makanan yang sangat menguntungkan.

▼ Ozoni dari Tokyo

Photo:PIXTA

Ozoni di Tokyo disajikan dengan sup sumashi yang terbuat dari kaldu rumput laut dan tulang ayam, serta bahan-bahan lain, seperti mochi panggang (persegi panjang), lobak daikon, dan bayam mustard Jepang. Setelah memastikan kaldu direbus selama 30 menit untuk mengeluarkan rasa maksimalnya, semangkuk sup gurih siap dihidangkan. Bayam mustard pun harus ditambahkan tepat sebelum matang agar mempertahankan sedikit teksturnya.

Wilayah Kansai

▼ Ozoni dari Prefektur Kyoto

Photo:PIXTA

Ozoni versi Prefektur Kyoto yang menggunakan miso putih memiliki rasa yang relatif lebih manis. Bahan-bahan yang digunakan juga sangat spesifik, antara lain ada mochi (bundar), ebi-imo (bahan tradisional di Kyoto, berupa talas berbentuk udang yang dianggap menguntungkan), wortel Kintoki (juga disebut wortel merah di Kyoto), dan sayuran muda. Semangkuk sup ozoni dari Kyoto ini memungkinkan Anda menikmati rasa manis sayuran sepenuhnya.

▼ Ozoni dari Prefektur Nara

Photo:PIXTA

Prefektur Nara berada di wilayah yang sama dengan Kyoto. Oleh sebab itu, sup dan bahan-bahan yang digunakan serupa. Ada dua poin utama dalam ozoni Nara. Pertama, mochi dibentuk bundar dengan alasan yang sama seperti istilah 円満 (“enman”), yang berarti harmonis atau damai. Kedua, bahan-bahan tersebut dicelupkan ke dalam kinako (tepung kedelai sangrai) sebelum dimakan. Miso dan kedelai merupakan kombinasi yang luar biasa, dan menghadirkan rasa yang benar-benar berbeda!

Wilayah Chugoku

▼ Ozoni dari Prefektur Shimane

Photo:PIXTA

Kota Matsue di Prefektur Shimane memiliki tradisi makan zenzai, sup kacang merah manis dengan mochi, sebagai ozoni Tahun Baru mereka. Itu karena Kuil Sada di Matsue dianggap sebagai tempat kelahiran zenzai. Untuk menambahkan rasa manis dari hidangan ini, gula dan garam ditambahkan sedikit.

▼ Ozoni dari Prefektur Okayama

Photo:PIXTA

Okayama membuat ozoni dengan kaldu sumashi (dari rumput laut dan bonito), mochi bundar rebus, dan yang paling menjadi ciri khas adalah ikan buri (amberjack Jepang). Buri termasuk ke dalam kategori shusse-uo, ikan yang namanya berubah seiring pertumbuhannya. Kata shusse secara luas berarti “kemajuan” atau mengartikan bahwa posisi Anda akan naik. Dengan demikian, memakan ikan jenis ini dianggap membawa keberuntungan dan kesuksesan. Permukaan ikan buri yang digunakan pada ozoni Okayama dipanggang untuk menambah aroma gurih dan rasa.

Wilayah Kyushu

▼ Ozoni dari Prefektur Kagoshima

Photo:PIXTA

Prefektur Kagoshima membuat ozoni mereka dengan sup sumashi yang terbuat dari bahan-bahan yang direndam semalaman (termasuk udang kering panggang, jamur shiitake kering, dan rumput laut) dan dibumbui kecap manis khas Kagoshima. Bahan lainnya yang digunakan adalah mochi bundar rebus, serta udang dan shiitake untuk kaldu. Hidangan ini pasti akan membuat lidah Anda terbuai dengan rasa setiap bahan dan aroma udangnya.

▼ Ozoni dari Prefektur Miyazaki

Photo:PIXTA

Mochi bundar panggang dan tauge disajikan dalam sup sumashi. Tauge memberikan tekstur yang renyah dan menyegarkan pada hidangan. Salah satu karakteristik dari ozoni Miyazaki adalah semua bahannya direbus bersama di dalam kaldu yang terbuat dari jamur shiitake kering. Jeruk yuzu dan paterseli Jepang ditambahkan sebagai penghias, menawarkan aroma dan warna ekstra untuk menyempurnakan sup yang elegan ini.

Ozoni dari Daerah Mana yang Akan Anda Nikmati Tahun Ini?

Demikianlah penjelasan tentang makanan tradisional Jepang, Ozoni, yang biasa disantap saat Tahun Baru. Mempelajari tentang bahan-bahan khas dari masing-masing daerah memberi tahu kita banyak hal tentang budaya dan sejarah makanan mereka. Selain yang kami perkenalkan di atas, tentu saja masih ada banyak ozoni versi lain yang bisa Anda coba. Jika Anda tertarik dengan makanan tradisional Tahun Baru di Jepang lainnya, bacalah artikel kami yang membahas osechi ryori.

Informasi dalam artikel ini akurat pada saat publikasi.

The information in this article is accurate at the time of publication.

3 Shares:
You May Also Like