Tips Membangun Hubungan Baik dengan Kolega Jepang

Japanese company meeting

Ketika Anda bekerja di perusahaan, menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja sangatlah penting. Hal itu mungkin tidak terlalu sulit dikalukan di negara asal, tetapi jika Anda bekerja di Jepang, ada beberapa hal yang harus Anda tahu untuk membangun hubungan baik dengan rekan kerja Jepang. Pada artikel kali ini, selain membahas hal tersebut, kami juga akan menyertakan pendapat orang asing yang sedang bekerja di Jepang.

Budaya Perusahaan yang Unik

Sumber:PIXTA

Pertama-tama, mari kita kenali karakteristik perusahaan Jepang.

1) Disiplin waktu
2) Hubungan hierarkis yang kuat
3) Menghormati pendapat atasan dan senior

Ketiga poin di atas adalah karakteristik yang secara khusus membentuk budaya perusahaan Jepang, dan juga merupakan tema artikel ini yang sangat berkaitan dalam membangun hubungan baik dengan kolega Jepang.

Kami akan menjelaskan lebih detail di bagian selanjutnya.

Hal-Hal Penting yang Harus Diketahui untuk Membangun Hubungan Baik dengan Orang Jepang

Jangan Terlambat

Sumber:PIXTA

Perusahaan Jepang sangat disiplin soal waktu. Jika jam kerja dimulai pada pukul 9:00, Anda harus sudah berada di meja dan menyelesaikan persiapan sekitar pukul 8:50. Anda juga tidak boleh datang terlambat menghadiri rapat, kecuali mengalami kendala yang tidak bisa dihindari. Meskipun bukan aturan tertulis, orang Jepang memiliki kebiasaan untuk selalu siap 10 menit sebelumnya, dalam hal apa pun.

Biasakan untuk Menyapa/Memberi Salam

Sumber:PIXTA

Tidak berlebihan jika mengatakan bahwa kunci membangun hubungan baik dengan orang lain dimulai dari menyapa atau memberi salam. Dengan saling saling menyapa, kita bisa saling menghargai eksistensi satu sama lain dan menumbuhkan kepercayaan. Apalagi perusahaan Jepang memiliki hubungan hierarkis yang kuat. Ketika Anda tiba atau meninggalkan kantor, atau saat berpapasan dengan siapa pun, pastikan untuk menyapa atau memberi salam.

Jangan Terlalu Memaksakan Pendapat Anda

Sumber:PIXTA

Perusahaan Jepang sangat mementingkan kerja sama. Tentu saja, memberikan pendapat adalah hal yang positif, tetapi jangan terlalu memaksakannya karena itu akan menjadi boomerang bagi diri Anda sendiri dan justru meninggalkan kesan negatif. Meskipun tidak sependapat, Anda diharapkan menghormati dan menyetujui ide-ide dari senior dan atasan.

Jangan Terlalu Banyak Bicara

Sumber:PIXTA

Di perusahaan Jepang, mengobrol atau terlalu banyak bicara akan menimbulkan kesan tidak bermoral. Sudah menjadi kebiasaan orang Jepang bekerja tanpa berbicara. Jadi, harap tahan diri Anda untuk tidak mengajak mereka mengobrol atau membicarakan hal-hal yang bukan urusan pekerjaan. Selain itu, jangan menggunakan smartphone Anda selama bekerja, kecuali saat istirahat.

Ingat untuk Selalu Melaporkan, Menghubungi, dan Mendiskusikan

Sumber:PIXTA

Bagi perusahaan Jepang, menyelesaikan pekerjaan sebagai tim lebih penting daripada bekerja secara individu. Oleh karena itu, agar dapat bekerja dengan lancar sebagai satu tim, penting untuk selalu melaporkan kemajuan pekerjaan, menghubungi kolega, atasan, atau senior bila Anda menemukan masalah, dan mendiskusikan permasalahan tersebut.

Pendapat Orang Asing yang Bekerja di Jepang

Tidak Bertanya Hal-Hal Pribadi

Sumber:PIXTA

Jepang adalah negara kepulauan yang membentang dari utara ke selatan, dan karena itu kepribadian orang berbeda-beda di setiap wilayah. Di daerah perkotaan, khususnya, ada baiknya Anda tidak bertanya kepada orang Jepang mengenai hal-hal pribadi, seperti “apakah Anda sudah menikah?”, “berapa usia Anda?”, atau “apakah sudah punya anak?”. Di sisi lain, di daerah pedesaan, karena hubungan masyarakat terjalin erat, terkadang pembicaraan pribadi dapat diperbincangkan. Anda harus memahami bahwa cara orang menerima pertanyaan pribadi bervariasi tergantung wilayahnya. Agar tidak menyinggung orang lain, jangan lontarkan pertanyaan tersebut sampai Anda mengenal dalam atau sudah menjalin hubungan dekat yang sudah mencapai tahap saling percaya.

Koordinasikan dengan Atasan atau Rekan Kerja Saat Anda Mengambil Cuti Panjang

Sumber:PIXTA

Perusahaan Jepang kurang toleran dalam urusan mengambil cuti dibandingkan negara lain. Mereka menerapkan sistem cuti, tetapi karyawan sering merasa kesulitan untuk mengajukannya karena suasana kerja di perusahaan yang selalu sibuk. Selain harus menangani banyak pekerjaan, karyawan tidak dapat mengambil cuti panjang karena budaya di perusahaan Jepang yang mengutamakan bekerja sebagai tim (sudah dijelaskan sebelumnya). Jika Anda cuti, ada orang yang harus mengambil alih pekerjaan Anda, dan itu tentu akan membebani mereka. Apabila Anda ingin cuti panjang, Anda harus berkonsultasi kepada senior, atasan, dan anggota tim Anda untuk menyesuaikan jadwal.

Membagikan Oleh-Oleh dari Perjalanan Liburan Anda

Sumber:PIXTA

Di Jepang, ada budaya membagikan omiyage (oleh-oleh dalam bahasa Indonsia) kepada orang-orang di kantor sebagai ungkapan terima kasih karena telah diizinkan beristirahat. Apabila alasan Anda mengambil cuti untuk liburan, Anda perlu membeli omiyage. Tidak harus banyak atau mewah, cukup beli satu atau dua pak makanan ringan yang bisa dibagikan dengan mudah.

Membaca Suasana dan Memahami Perasaan

Sumber:PIXTA

Orang Jepang cenderung tertutup dan pendiam. Mereka sering memberikan jawaban yang ambigu tanpa mengatakan YA/TIDAK dengan jelas. Bahkan, jika mereka tidak menyukai sesuatu, mereka mungkin tidak akan mengatakan secara eksplisit bahwa mereka tidak suka. Jadi, Anda harus pintar-pintar membaca suasana dan memahami perasaan orang Jepang.

Perhatikan Cara Penyampaian Anda

Sumber:PIXTA

Seperti yang kami sebutkan di atas, orang Jepang cenderung menggunakan ekspresi ambigu. Mereka khawatir dinilai tidak baik atau menyakiti perasaan orang lain bila mengatakan sesuatu langsung to the point. Agar Anda dapat membangun hubungan baik dengan orang Jepang, jangan mengungkapkan pendapat Anda apa adanya. Berhati-hatilah terhadap cara penyampaian Anda.

Check and Re-check

Sumber:PIXTA

Mendapatkan kepercayaan merupakan fundamental untuk membangun hubungan yang baik dengan siapa pun. Ketika Anda diberi tugas, ulangi pekerjaan tersebut menggunakan kata-kata dan pastikan Anda memahaminya dengan baik. Jangan sampai ada hal yang terlewat atau kurang jelas. Mengonfirmasikan sesuatu tidak hanya akan memberi Anda kredibilitas, tetapi juga dapat menyampaikan motivasi Anda.

Ajak Makan Siang Kolega dan Coba untuk Lebih Akrab

Sumber:PIXTA

Dengan makan siang bersama, Anda bisa bersantai dan mengenal rekan kerja lebih baik. Namun, ada beberapa orang Jepang yang suka melakukan urusan pribadi saat istirahat seperti pergi ke kantor pos atau bank. Ada pula yang memilih makan siang sendirian. Jangan paksa mereka untuk ikut makan dengan Anda, tetapi cobalah mengatakan “bagaimana kalau besok makan bersama?”. Anda tidak perlu khawatir atau berpikir mereka tidak menyukai Anda hanya karena tidak pernah diajak makan bersama. Kembali lagi pada sifat orang Jepang, banyak dari mereka yang berkepribadian introvert. Itulah sebabnya mereka jarang mengundang orang lain.

Aktif Belajar Bahasa Jepang dan Etika

Sumber:PIXTA

Menunjukkan rasa keingintahuan tentang Jepang tentu akan dinilai positif. Jangan ragu untuk bertanya atau mempelajari bahasa, etika, dan budaya Jepang kepada rekan kerja Anda di kantor saat makan siang. Anda juga dapat memperkenalkan budaya negara sendiri agar saling memahami satu sama lain dan lebih mudah membangun hubungan.

Menghadiri Shinnenkai, Bonenkai, dan Kansogeikai

Sumber:PIXTA

Perusahaan Jepang mengadakan pesta minum besar sekitar tiga kali setahun: Bonenkai (pesta akhir tahun) diadakan untuk melupakan kesulitan tahun itu, Shinnenkai untuk merayakan awal tahun baru, dan Kansogeikai untuk menyambut perekrutan karyawan baru. Ketiga acara ini dianggap penting untuk memperdalam hubungan antarkaryawan, dan juga dihadiri oleh senior dan atasan. Jadi, sempatkan diri Anda untuk menghadirinya.

Budaya dan karakteristik orang-orang yang bekerja di suatu perusahaan tentu berbeda di setiap negara, tidak terkecuali di Jepang. Bagi Anda yang merasa bingung bagaimana melakukan pendekatan terhadap kolega Jepang, silakan merujuk pada artikel ini. Namun, perlu diingat bahwa Anda tidak boleh memaksakan diri dengan melakukan hal-hal yang kurang berkenan demi menjalin hubungan. Mari bangun hubungan yang sehat dan tetap menjadi diri Anda sendiri.

Jika Anda ingin memberikan komentar pada salah satu artikel kami, memiliki ide untuk pembahasan yang ingin Anda baca, atau memiliki pertanyaan mengenai Jepang, hubungi kami di Facebook!

The information in this article is accurate at the time of publication.

11 Shares:
You May Also Like