Hal-Hal yang Perlu Diketahui Agar Tetap Aman Jika Terjadi Gempa Bumi, Topan, dan Bencana Alam Lainnya di Jepang

2019. 10. 14. Disastrous scenery in Japan, Marumori after the Typhoon Hagibis. Water has reached to 2nd floor, cars have been washed away. This disaster has cruelly taken at least 73 people’s lives.

Jepang banyak mengalami berbagai macam bencana alam, seperti gempa bumi, topan, tsunami, dan lain-lain. Jadi, jika ingin tinggal di Jepang, Anda harus bersiap-siap menghadapi hal-hal tidak terduga yang bisa terjadi kapan saja. Pada artikel kali ini, kami akan membahas semua hal yang perlu Anda ketahui jika terjadi bencana alam di suatu negara. Mulai dari jenis bencana, risiko, kata-kata dan frasa apa saja yang harus diperhatikan dalam berita, apa yang harus dilakukan saat keadaan darurat, hingga alat pencegahan bencana, situs web dan aplikasi bermanfaat, serta kontak darurat. Pelajari semuanya dan pastikan Anda dapat menjalani kehidupan yang aman di Jepang.

Alasan Mengapa Banyak Terjadi Bencana Alam di Jepang

Fenomena alam yang terjadi di dunia, seperti gempa bumi, angin topan, tsunami, dan sebagainya sering kali mengakibatkan kerusakan besar, bahkan mengakhiri kehidupan manusia. Tidak terkecuali di Jepang. Meskipun negara ini dikenal sebagai tempat yang ideal untuk menikmati keindahan pemandangan alam, ada banyak bencana yang terjadi karena karakteristik wilayahnya. Secara global, Jepang mengalami 20,8% gempa bumi berkekuatan 6 SR atau lebih, menjadi rumah bagi 7,0% gunung berapi aktif, memiliki 0,4% dari angka kematian dunia, dan menghadapi 18,3% jumlah kerugian finansial akibat bencana. Persentase itu tidak sedikit untuk sebuah negara yang hanya mempunyai 0,25% daratan. Tidak heran jika Jepang disebut sebagai salah satu negara rawan bencana terbesar di dunia.

Lalu, mengapa banyak sekali bencana di Jepang? Penyebabnya adalah kondisi alam, seperti lokasi, topografi, geologi dan iklim, serta struktur perkotaan.

● Lokasi
Dikarenakan Jepang terletak di perbatasan antara lempeng samudra dan benua, gempa bumi akibat pergerakan lempeng seperti subduksi cenderung terjadi. Selain itu, garis pantai yang panjang dan kompleks juga membuat negara kepulauan ini rentan terhadap tsunami.

●Topografi
Daerah pegunungan mendominasi 70% daratan Jepang, yang menjadikannya negara dengan perbukitan curam, lembah yang dalam, dan terbing terjal. Topogragi pegunungan yang landai ini memudahkan sungai mengalir cepat menuju lautan. Itulah sebabnya banjir juga menjadi masalah besar di Jepang.

●Geologi
Terletak di zona vulkanik sirkum-Pasifik (yang disebut “Cincin Api”), Jepang menjadi rumah bagi 108 gunung berapi aktif. Jumlah tersebut mencakup 7% dari semua gunung berapi aktif di seluruh dunia. Di satu sisi, hal ini memberkahi Jepang dengan sumber air panas alami, tetapi di sisi lain juga membawa serta bencana, seperti letusan gunung, abu vulkanik, dan gempa bumi.

●Iklim
Sebagian besar wilayah Jepang terletak di Zona Iklim Sedang dengan empat musim yang berbeda. Saat peralihan dari musim semi ke musim panas, Jepang mengalami musim hujan (disebut “tsuyu”) yang menyebabkan curah hujan tinggi. Lalu, ketika memasuki masa peralihan dari musim panas ke musim gugur, negara ini juga harus menghadapi topan yang membawa badai dan hujan lebat.

●Struktur Perkotaan
Di negara Jepang yang wilayah daratannya didominasi oleh pegunungan, peningkatan populasi dan urbanisasi di beberapa daerah terkadang mengakibatkan pemotongan gunung untuk membangun pemukiman di dekat gunung dan tebing, atau mengubah laut yang direklamasi menjadi kota. Itulah sebabnya banyak rumah di Jepang dibangun di dekat sungai, pantai, dan bahkan gunung berapi. Sayangnya, hal ini menimbulkan risiko longsor atau likuifaksi tanah.

Adanya penyebab yang saling terkait tersebut terkadang mengarah pada bencana besar yang dapat mengancam jiwa.

Bencana Alam di Jepang

Terjadinya bencana alam di Jepang dapat disebabkan karena faktor cuaca, seperti topan, hujan deras, dan salju lebat, serta faktor lokasi, seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. Dikarenakan semuanya adalah fenomena alam, tidak ada cara untuk kita mempersiapkan diri sepenuhnya. Namun, dengan memiliki kesadaran dan mengupayakan hal-hal yang bisa dilakukan, kita tentu dapat membuka peluang lebih besar untuk selamat dari bencana. Sekarang, mari kita lihat jenis-jenis bencana alam di Jepang dan penyebabnya.

Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi karena adanya pergerakan beberapa lempeng tektonik yang menutupi permukaan bumi, yang terkompresi, tertarik, dan terangkat. Penyebab lainnya adalah aktivitas sesar aktif dan aktivitas vulkanik di daerah pedalaman. Kepulauan Jepang berada di tempat pertemuan empat lempeng tektonik, yang menyebabkan gempa bumi sering terjadi.

Di Jepang, gempa bumi diukur dalam besaran magnitudo (マグニチュード) dan intensitas (Shindo 震度). Besaran magnitudo menggambarkan skala (energi) gempa, sedangkan intensitas menunjukkan seberapa kuat getaran yang dirasakan di suatu tempat. Skala Shindo dimulai dari 0 hingga 7. Semakin tinggi angkanya maka semakin kuat intensitas gempa. Getaran mulai terasa di Shindo level 2 atau 3, dan di angka 4, getaran yang timbul akan mengejutkan banyak orang. Apalagi jika mencapai angka 5, akan lebih sangat menakutkan, bahkan untuk berdiri pun sulit bila gempa dengan intensitas seperti itu melanda.

Gempa bumi sulit diprediksi, tetapi situs web pencegahan bencana Kantor Kabinet Jepang dapat melacak dengan cermat dua gempa yang kemungkinan melanda dalam waktu dekat: Gempa Palung Nankai (shindo level 7 yang akan dirasakan dari Kanto hingga Kyushu dan mengakibatkan tsunami lebih dari 10m di sepanjang pantai) dan gempa bumi tepat di bawah ibu kota (dengan probabilitas tinggi dalam 30 tahun ke depan).

Gempa Palung Nankai (Badan Meteorologi) – hanya dalam bahasa Jepang

Penanggulangan Gempa Bumi di Tepat di Bawah Ibu Kota (Kantor Kabinet) – hanya dalam bahasa Jepang

Topan

Topan adalah siklon tropis di barat laut Samudra Pasifik atau Laut Cina Selatan, yang menyebabkan kecepatan angin di wilayah bertekanan rendah naik menjadi 17,2 m / s atau lebih. Meskipun jumlahnya bervariasi setiap tahun, pada tahun 2011, Jepang telah mengalami sekitar 20-30 topan dalam setahun, biasanya terjadi antara bulan Juli dan Oktober. Topan membawa serta gelombang banjir, badai, hujan lebat yang merata, angin kencang, dan tanah longsor. Tidak seperti gempa bumi, jalur topan dan intensitasnya dapat diprediksi sehingga orang-orang bisa mempersiapkan segala kemungkinannya terlebih dahulu. Dikarenakan beberapa angin topan melintas di Jepang secara longitudinal, pastikan Anda selalu mengikuti semua informasi yang tersedia, terutama ketika memasuki peralihan musim panas ke musim gugur.

Hujan Lebat (Banjir / Longsor)

Dengan 70% daratan yang terdiri dari pegunungan dan perbukitan, Jepang memiliki banyak lereng curam sehingga hujan lebat dapat mudah menyebabkan banjir dan tanah longsor. Sebagai langkah penanggulangan, Jepang menerapkan tindakan pengendalian banjir untuk menurunkan permukaan air di hilir dengan membangun bendungan, kolam antibanjir, dan saluran drainase di luar wilayah metropolitan Tokyo. Namun, menurut Badan Meteorologi, jumlah curah hujan tahunan yang menghasilkan 50mm air per jam terus meningkat. Antara tahun 2010 dan 2019, rata-rata hujan tahunan yang menghasilkan air sebanyak itu terjadi sekitar 327 kali, meningkat 1,4 kali dibandingkan periode tahun 1976 – 1985 yang terjadi sekitar 226 kali. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, terjadinya hujan lebat terus meningkat melebihi perkiraaan ilmiah, begitu pula dengan jumlah banjir.

Masalah lainnya adalah jalan-jalan dan pemukinan di pegunungan yang rentan terhadap tanah longsor saat terjadi hujan lebat, topan, dan gempa bumi. Bencana ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena tanah longsor dapat menelan rumah dan semua penghuninya dalam sekejap.

Tsunami

Ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya tsunami. Misalnya, gempa di dasar laut, tanah longsor di bawah laut, atau letusan gunung berapi. Tsunami adalah serangkaian gelombang laut yang dapat bergerak dengan kecepatan tinggi. Apalagi jika skala pemicunya besar, ketika mencapai pantai, gelombang akan memiliki kekuatan destruktif yang sangat besar seperti tsunami yang melanda wilayah Tohoku pada 11 Maret 2011.

Letusan Gunung Berapi

wdeon / Shutterstock.com

Saat ini terdapat 111 gunung berapi aktif di Jepang, dan beberapa di antaranya menjadi tempat wisata. Salah satu gunung yang masih sering meletus adalah Sakurajima di Prefektur Kagoshima (lihat foto). Aktivitas gunung berapi, seperti lontaran batu selama letusan, abu vulkanik bersuhu tinggi, aliran piroklastik (lava dan gas vulkanik yang mengalir menuruni lereng), dan semburan lumpur panas yang disebabkan oleh aliran lahar dan piroklastik yang mencairkan salju gunung, semua dapat membahayakan dan berpotensi mematikan kehidupan. Terutama lontaran batu, aliran piroklastik, dan tanah longsor yang terjadi selama gunung meletus, tidak akan memberikan banyak waktu bagi orang-orang yang tinggal di sekitarnya untuk evakuasi.

Sinyal Bencana! Kata dan Frasa yang Harus Diperhatikan Saat Keadaan Darurat

Badan Meteorologi akan mengumumkan peringatan terkait bahaya dari 16 jenis fenomena cuaca, seperti hujan deras, banjir, salju tebal, angin kencang, dan lain-lain. Umumnya ada tiga jenis peringatan utama yang digunakan: Peringatan Khusus (Tokubetsu Keiho 特別 警報), Peringatan (警報), Pemberitahuan (Chuiho 注意報). Peringatan ini diumumkan di TV, radio, berita online, dan terkadang dikirim langsung ke ponsel Anda melalui pesan darurat.

● Peringatan Khusus (Tokubetsu Keiho 特別警報)
Peringatan Khusus digunakan untuk mendorong tindakan penyelamatan jiwa ketika terjadi fenomena yang diperkirakan tidak normal dan dapat menyebabkan kerusakan luas atau sudah dalam proses tersebut. Jika Anda melihat peringatan ini, segera lakukan tindakan untuk menyelamatkan diri.

Ada pula peringatan khusus untuk fenomena atmosfer (kisho 気象), fenomena terestrial (jimen-gensho 地面 現象), gelombang badai (kocho 高潮), dan gelombang laut (haro 波浪). Peringatan Khusus untuk fenomena atmosfer meliputi peringatan badai (bofu 暴風), badai salju (bofusetsu 暴風雪), hujan lebat (oame 大雨), dan salju lebat (oyuki 大雪). Peringatan Khusus bisa saja menunjukkan fenomena yang terjadi setiap beberapa dekade atau bahkan belum pernah Anda alami sebelumnya. Jadi, mencoba mengungsi setelah Peringatan Khusus dikeluarkan akan sangat berbahaya.

●Peringatan (Keiho 警報)
Peringatan ini digunakan untuk memberi tahukan bahwa becana serius mungkin akan terjadi, seperti peringatan fenomena atmosfer, fenomena terestrial, gelombang badai, gelombang laut, dan banjir (shinsui 浸水 / kozui 洪水). Peringatan terkait fenomena atmosfer meliputi peringatan untuk badai, badai salju, hujan lebat, dan salju lebat.

●Pemberitahuan (Chuiho 注意報)
Pemberitahuan dikeluarkan untuk memberikan kewaspadaan terhadap fenomena yang berpotensi merusak. Ada pemberitahuan yang dikeluarkan untuk fenomena atmosfer, terestrial, gelombang badai, gelombang laut, dan banjir. Pemberitahuan terkait fenomena atmosfer meliputi badai salju (fusetsu 風雪), angin kencang (kyofu 強 風), hujan lebat, salju lebat, petir (kaminari 雷), kondisi kering (kanso 乾燥), kabut tebal (nomu 濃霧), berkabut (kiri 霜), longsoran salju (nadare な だ れ), suhu rendah (teion 低温), penebalan/pertambahan salju (chakusetsu 着 雪), pertambahan es (chakuhyo), dan pencairan salju (yusetsu 融雪).

Di samping semua peringatan di atas, pemerintah kota setempat juga dapat mengeluarkan peringatan mereka sendiri, seperti peringatan evakuasi (hinan kankoku 避難勧告), peringatan persiapan evakuasi (hinan junbi 避難準備), dan peringatan untuk evakuasi lansia (koreisha hinan kaishi 高齢者避難開始). Sebagian besar peringatan tersebut akan disiarkan di TV, radio, atau internet, tetapi ada juga kemungkinan diumumkan melalui sistem peringatan bencana nirkabel lokal dan pengeras suara.

Selain itu, ada pula Peringatan Dini Gempa (Kinkyu Jishin Sokuho 緊急地震速報) yang diinformasikan kepada masyarakat melalui TV atau ponsel mengenai gempa yang akan datang. Waktu dari setelah peringatan diterima sampai terjadi guncangan sangatlah singkat. Mungkin Anda tidak sempat bersiap-siap, tetapi begitu menerima peringatan tersebut, Anda dapat memanfaatkan waktu beberapa detik untuk mematikan gas, berlindung di bawah meja, atau membuka pintu dan mengamankan jalur evakuasi jika Anda berada di tempat yang berkemungkinan membuat Anda terperangkap. Setelah gempa bumi, perhatikan informasi dan berita lanjutan mengenai tsunami. Pastikan apakah ada Peringan Tsunami (Tsunami Chuiho 津波注意報) atau tidak. Harap jangan lengah sampai Anda yakin telah aman dari tsunami.

Pertama-tama, Jangan Panik! Hal-Hal yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Bencana

Jika bencana terjadi, prioritaskan tindakan menyelamatkan diri. Apabila tinggal sendiri, Anda mungkin harus mempertimbangkan untuk pindah ke tempat pengungsian Umumnya, para pengungsi akan dibagikan selimut dan makanan di sana. Hal ini tentunya sangat membantu karena Anda tidak harus menghabiskan waktu yang tidak nyaman sendirian.

Di sisi lain, jika bencana terjadi saat Anda tidak di rumah, pertama-tama Anda harus menemukan dan mengikuti tanda keluar darurat yang menyala hijau. Bertindak siaga dan aman dengan membiasakan diri memeriksa lokasi pintu keluar darurat di kantor Anda atau tempat lain yang Anda kunjungi juga merupakan hal cerdas.

Selain itu, anggaplah semua transportasi umum berhenti dan Anda tidak bisa pulang. Apalagi di kawasan metropolitan Tokyo, meskipun transportasi umum kembali beroperasi setelah keadaan darurat, orang-orang yang ingin pulang tentu akan sangat membludak sehingga harus menunggu lama. Namun, perlu diketahui bahwa Anda bisa memanfaatkan SPBU, mini market, tempat karaoke, dan tempat lainnya, yang bersedia membantu orang-orang yang tidak dapat pulang ke rumah. Silakan cari informasi ini di situs web atau aplikasi resmi pemerintah daerah tempat Anda tinggal.

Ada pun hal-hal yang harus Anda perhatikan pada saat evakuasi:

  • Jangan saling mendorong
  • Jangan berlari
  • Jangan berbicara (agar tidak melewatkan arahan penting)
  • Jangan kembali atau mengambil jalan memutar yang tidak perlu (apa pun alasannya, jangan kembali ke lokasi awal tempat Anda dievakuasi)

Inilah yang dipelajari oleh siswa dan siswi sekolah dasar Jepang ketika mengungsi dari bencana. Jika anak-anak saja bisa, Anda pun seharusnya juga begitu!

● Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa

Jika Anda berada di dalam ruangan saat gempa melanda, duduklah di bawah meja dan lindungi kepala Anda. Penting juga untuk menjauh dari rak, elektronik, dan benda-benda lain yang dapat menimpa Anda. Namun, apabila Anda sedang ada di luar, gunakan sesuatu yang kokoh seperti helm untuk melindungi kepala Anda dan pindah ke tempat aman yang tidak terdapat mesin penjual otomatis, tiang listrik, atau benda-benda lain yang rentan jatuh. Saat evakuasi, gunakan selalu tangga darurat dan jangan memakai lift karena ada kemungkinan Anda bisa terjebak. Seumpama Anda merasakan gempa ketika berada di pantai, segera menjauh dari laut dan pergi ke dataran tinggi.

Ingat, setiap kali Anda merasakan guncangan, periksalah berita untuk mendapatkan informasi gempa bumi terkini di daerah Anda.

● Apa yang Harus Dilakukan Saat Angin Topan

Setelah memastikan bahwa angin topan mendekati daerah tempat Anda tinggal, siapkan barang-barang penting, seperti air, makanan, kompor gas sederhana, baterai, dan pengisi daya ponsel eksternal untuk berjaga-jaga bila listrik padam. Jika ada kemungkinan angin topan akan menghantam daerah Anda secara langsung, pertimbangkan untuk membawa semua persediaan darurat yang disebutkan tadi dan pergi ke tempat evakuasi. Harap periksa apakah Peringatan Khusus dan peringatan evakuasi telah dikeluarkan, dan jangan beraktivitas di luar ruangan karena Anda dapat terhempas oleh angin kencang atau tertabrak benda terbang dan cedera.

Informasi tentang Mitigasi Bencana (Badan Meteorologi Jepang)

● Apa yang Harus Dilakukan Saat Hujan Deras (Termasuk Banjir dan Tanah Longsor)

Seperti halnya angin topan, prakiraan hujan lebat biasanya telah diinformasikan sedari awal sehingga Anda dapat mengungsi atau menyiapkan beberapa kebutuhan. Namun, jika Anda melihat tanda-tanda awal tanah longsor, seperti air sungai menjadi berlumpur, bau busuk tanah, bebatuan kecil berjatuhan, air menyembur dari tebing, atau muncul celah-celah di tanah, segera pergi ke tempat yang aman. Periksa peta longsor atau bahaya banjir di daerah tempat Anda tinggal untuk mengetahui lokasi berbahaya dan tempat pengungsian.

● Apa yang Harus Dilakukan Saat Tsunami

Sekiranya Anda merasakan gempa bumi di dekat laut, jangan buang waktu segera menjauh dari pantai dan pergi ke dataran tinggi. Peringatan Tsunami biasanya akan dikeluarkan sekitar 3 menit setelah gempa bumi mengguncang, ketika ketinggian Tsunami mencapai 0,2m atau lebih. Akan tetapi, karena gelombang pertama didorong terus menerus dan ditarik dengan kuat, kemungkinan besar gelombang Tsunami setinggi 0,2-0,3 meter saja sudah cukup untuk menyapu manusia.

Terlebih lagi, Tsunami adalah rangkaian gelombang. Artinya, gelombang tidak hanya melanda satu kali, tetapi berkali-kali. Bahkan, dalam beberapa kasus, gelombang kedua dan gelombang ketiga bisa lebih tinggi dari gelombang pertama. Sekali pun gelombang telah tenang dan air laut mulai surut, jangan mencoba kembali ke rumah sampai peringatan Tsunami dihentikan. Ingat, peringatan ini hanya memberi Anda estimasi kasar, dan waktu kedatangan Tsunami yang sebenarnya mungkin berbeda dengan estimasi tersebut. Oleh karena itu, Anda harus tetap berada di area yang aman sampai peringatan dan pemberitahuan tsunami dibatalkan.

● Apa yang Harus Dilakukan Saat Gunung Berapi Erupsi

Letusan gunung berapi dapat diprediksi sampai batas tertentu. Saat gunung berapi mendekati waktu erupsi, Badan Meteorologi akan mengeluarkan Peringatan Erupsi (Funka Keiho 噴火警報) atau Waspada Erupsi (Funka Keikai 噴火警戒). Harap berhati-hati dan jangan lengah, karena tergantung dari skala letusan, gunung berapi dapat menyemburkan abu vulkanik hingga ratusan kilometer. Sebagian besar abu vulkanik terdiri dari kaca dan bijih. Oleh sebab itu, potongan sekecil apa pun dapat mengiritasi mata atau merusak pernapasan Anda jika terhirup. Sebaiknya gunakan masker, goggle / kaca mata, kemeja lengan panjang, dan celana panjang.

Selama abu vulkanik masih turun dari langit, Anda tidak akan bisa keluar dalam waktu lama. Siapkanlah air minum dan makanan untuk keadaan darurat, serta ambil tindakan cerdas seperti menutupi peralatan listrik yang bersentuhan dengan udara luar dan membungkusnya menggunakan plastik wrap.

Peringatan / Prakiraan Vulkanik (Badan Metereologi Jepang)

Waspada Bencana Sekunder! Pahami Risiko dan Tindakan Penanggulangannya

Meskipun bencana alam seperti gempa bumi atau hujan lebat tidak secara langsung menyebabkan kerusakan, itu dapat memicu bencana sekunder. Contoh paling umum adalah hilangnya akses ke utilitas penting, terjadi kebakaran setelah gempa bumi, atau tanah longsor setelah hujan lebat.

Setelah gempa berhenti dan yakin keadaan sudah aman, pastikan Anda mematikan / memadamkan semua sumber api yang ada di dalam rumah seperti kompor atau rokok untuk meminimalisir ancaman bencana susulan. Meskipun gas kota model terbaru akan otomatis mati saat mendeteksi guncangan dengan intensitas seismik tingkat 5 atau lebih tinggi, sebaiknya Anda memeriksa kembali agar lebih yakin. Demi keamanan, Anda sangat disarankan membeli kompor dengan sistem pemadam otomatis tahan gempa dan alat penghenti gas untuk mengurangi kepanikan ketika bencana tiba-tiba datang. Akan tetapi, jika Anda harus evakuasi, jangan lupa mematikan gas secara manual dan memutus sirkuit listrik. Hal ini dapat membantu menghindari ledakan yang tidak disengaja apabila terdapat kebocoran gas dan pelepasan listrik dari perangkat elektronik yang rusak saat daya kembali menyala.

Berhati-hatilah jika ruangan sudah mulai tergenang air karena hujan deras, karena kemungkinan ada sengatan listrik saat mematikan sirkuit. Gunakan sarung tangan karet tebal atau tongkat untuk mencegah kontak langsung.

Di samping itu, walaupun Jepang dikenal sebagai negara aman, bukan berarti tidak ada sama sekali tindak kejahatan. Pada kenyataannya, pencurian masih terjadi di rumah-rumah yang penghuninya sedang dalam evakuasi. Pastikan Anda mengunci pintu rumah dan semua jendela. Namun, apabila bahaya sudah dekat, menyelamatkan diri harus menjadi prioritas utama Anda.

Selalu Siaga! Hal-Hal yang Harus Dipersiapkan dan Diketahui

Anda tidak pernah tahu kapan bencana alam akan melanda, tetapi Anda bisa selalu siap siaga dengan mengikuti saran di bawah ini. Mari lakukan persiapan sekarang agar kemungkinan kerusakan akibat bencana dapat diminimalisir.

1. Amankan Furnitur Anda
Untuk furnitur yang tinggi dan mudah jatuh seperti lemari dan rak buku, Anda bisa menggunakan item pencegah jatuh yang dijual di home center atau tempat serupa. Selain itu, untuk berjaga-jaga, letakkan furnitur Anda di tempat yang tidak akan menimpa tempat tidur atau menghalangi pintu masuk dan jalur evakuasi bila roboh atau laci-lacinya terlepas. Terutama di musim dingin, berhati-hatilah terhadap penempatan peralatan rumah tangga yang menggunakan api seperti kompor karena dapat menimbulkan kebakaran.

2. Menyiapkan Stok Makanan
Setelah bencana, Anda mungkin tidak bisa memasak karena listrik padam, atau mungkin terpaksa menghabiskan banyak waktu di tempat pengungsian. Itulah mengapa Anda harus menyiapkan air minum darurat (2-3L per hari untuk 1 orang), makanan kemasan siap saji dengan tanggal kadaluwarsa yang lama, dan banyak makanan instan. Anda dianjurkan memiliki stok makanan untuk tiga hari. Daripada menyiapkan makanan darurat bencana yang memerlukan perhatian tanggal kadaluwarsa, lebih baik menyediakan jenis makanan yang biasa Anda makan dan menggantinya segera setelah dimakan agar selalu fresh.

3. Menyiapkan Barang-Barang Pencegahan Bencana
Selain makanan, air, sejumlah uang tunai, dan barang berharga, Anda juga harus menyiapkan barang-barang berguna lainnya untuk menghadapi segala kemungkinan seperti matinya infrastruktur. Contoh, jika listrik padam, Anda pasti memerlukan senter, baterai ekstra, dan pengisi daya ponsel eksternal (power bank). Di luar kebutuhan sehari-hari, seperti sikat gigi, tisu, handuk, dan produk kebersihan wanita, Anda juga harus mempertimbangkan membeli produk-produk darurat seperti kaleng gas cadangan untuk memasak dan merebus air, toilet portabel darurat, dan perban. Semua ini bisa Anda beli di toko online, apotek, atau di home center.

Baca juga: Persiapan Dini – Barang-Barang Pencegahan yang Harus Disiapkan Saat Terjadi Bencana di Jepang

4. Menyiapkan Peralatan yang Dapat Digunakan Saat Terjadi Bencana
Saat bencana terjadi, informasi sama pentingnya dengan makanan dan perlengkapan pencegahan bencana. Anda harus mempersiapkan peta bahaya lokal dan mengunduh aplikasi atau membuka situs web berguna untuk mengecek kondisi terkini. Tidak hanya itu, tulis dan simpanlah beberapa contoh kata-kata kunci dalam bahasa Jepang yang umum digunakan pada keadaan darurat di ponsel Anda.

5. Pahami Risikonya dan Berbagi Informasi
Periksa terlebih dahulu rute evakuasi dan tempat pengungsian di peta bahaya, serta pastikan Anda membagikan informasi tersebut kepada teman-teman dan keluarga. Anda juga harus membuat rencana cadangan jika terjadi bencana alam saat Anda keluar. Misalnya, di mana Anda semua harus bertemu setelah keadaan tenang? Selain itu, Anda perlu menuliskan informasi kontak darurat teman dan keluarga di selembar kertas untuk berjaga-jaga apabila ponsel Anda rusak atau hilang.

6. Berpartisipasi dalam Latihan Evakuasi
Berpartisipasilah secara aktif dalam latihan evakuasi yang dilakukan oleh pemerintah kota, tempat kerja, atau sekolah Anda. Meskipun semua barang dan alat pencegahan bencana sudah dipersiapkan, itu tidak akan berguna jika Anda tidak dapat mengungsi. Dengan mengikuti latihan ini, Anda akan mengetahui hal-hal spesifik yang harus dilakukan setelah terjadi bencana dan rute evakuasi yang tepat. Beberapa kota dan perusahaan bahkan mempraktikkan distribusi makanan darurat. Jadi, manfaatkanlah latihan evakuasi sebagai kesempatan besar untuk memberi tahu seseorang tentang pantangan makanan Anda, baik itu karena alergi atau alasan agama.

*Kantor Kabinet telah mengeluarkan pedoman untuk mencoba dan mengakomodasi permintaan semacam ini.

7. Mengikuti Asuransi Kebakaran dan Gempa Bumi
Agar beban Anda jauh lebih berkurang, pertimbangkanlah untuk mengikuti asuransi yang menanggung segala kerusakan rumah, furnitur, dan harta benda Anda saat bencana alam melanda. Sebagai ringkasan singkat, asuransi kebakaran menanggung kerusakan akibat kebakaran pada bangunan dan barang-barang rumah tangga, serta kerusakan akibat banjir. Namun, tidak mencakup kerusakan yang disebabkan gempa bumi, letusan gunung berapi, atau tsunami. Di sisi lain, semua kerusakan yang diakibatkan bencana-bencana tersebut, dilindungi oleh asuransi gempa bumi. Perlu diketahui bahwa asuransi gempa bumi tidak dapat diikuti secara terpisah, tetapi harus dijadikan satu dengan asuransi kebakaran.

Periksa Peta Bahaya Sebelum Bencana Melanda!

Peta bahaya adalah peta perkiraan kerusakan wilayah yang disediakan oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah. Mereka mencantumkan semua wilayah yang berpotensi berbahaya dan harus diwaspadai selama bencana alam berlangsung, serta menunjukkan semua rute evakuasi dan tempat pengungsian.

Ada berbagai macam peta bahaya, seperta peta bahaya banjir (menunjukkan daerah di sekitar sungai yang mungkin meluap dan banjir), peta bahaya air pedalaman (menampilkan daerah perkotaan yang berpotensi banjir karena luapan pipa), peta bahaya tanah longsor (memberi tahukan daerah yang cenderung mengalami longsor), peta bahaya gempa bumi (mengindikasikan daerah yang kemungkinan mengalami kerusakan besar dan likuifaksi tanah), peta bahaya tsunami (menunjukkan daerah yang berpotensi tergenang banjir selama gelombang pertama), dan peta bahaya letusan gunung berapi (memperlihatkan 49 daerah vulkanik di seluruh negeri). Beberapa peta menyediakan banyak dukungan bahasa, tetapi Anda harus memeriksanya di situs web resmi kota tempat Anda tinggal.

Namun, saat bencana alam melanda, aplikasi dan situs web akan mengalami lonjakan akses. Agar Anda tetap terarah, sebaiknya pesanlah peta kertas yang dapat dikirim ke rumah melalui pos atau diterima di kantor pemerintah setempat, atau mencetak dari situs web dan memasukkannya ke dalam ransel pencegahan bencana Anda. Selain itu, semua akan lebih terarah jika Anda memeriksa peta bahaya untuk diri sendiri dan lokasi sekolah atau kantor keluarga Anda.

Peta bahaya Kota Setagaya di Tokyo. Setiap peta berbeda tergantung pada areanya.
* Tokyo’s Setagaya City hazard map. Every map is different depending on the area.

Tetap Terinformasi Selama Bencana (Situs Web dan Aplikasi Berguna yang Perlu Diketahui)

1. Aplikasi

・Safety tips (tersedia dalam 14 bahasa)
Aplikasi yang memberikan informasi bencana.
Situs Web: https://www.jnto.go.jp/safety-tips/eng/app.html

・Japan Official Travel App (bahasa Inggris, Korea, Mandarin Tradisional, Mandarin Disederhanakan)
Aplikasi dari JNTO untuk turis asing.
Memberikan informasi bencana dan lalu lintas.
Situs Web: https://www.jnto.go.jp/smartapp/eng/about.html

・NHK WORLD-JAPAN (tersedia dalam 17 bahasa)
Menyediakan berita dan informasi darurat tentang gempa bumi dan tsunami dari NHK, lembaga penyiaran nasional Jepang.
Situs Web: https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/app/

・Aplikasi Pencegahan Bencana goo (bahasa Inggris, Korea, Mandarin Tradisional, Mandarin Disederhanakan)
Memberikan informasi bencana dan pencegahan bencana yang harus Anda ketahui sebelumnya. Anda juga dapat mencari tempat pengungsian dengan aplikasi ini.
Situs Web: http://advance.bousai.goo.ne.jp/web/

・Aplikasi Pencegahan Bencana Tokyo (bahasa Inggris, Korea, Mandarin Tradisional, Mandarin Disederhanakan)
Aplikasi pembelajaran yang menyediakan kuis dan bahan bacaan tentang pengetahuan dasar bencana / pencegahan bencana.
Situs Web: https://www.bousai.metro.tokyo.lg.jp/1005744/index.html

・Voice Tra
Aplikasi terjemahan pengenalan suara (mendukung 31 bahasa)
Situs Web: https://voicetra.nict.go.jp/

2. Situs Web

・Badan Meteorologi Jepang (tersedia dalam 11 bahasa)
Situs web: https://www.jma.go.jp/jma/kokusai/multi.html

・Situs web Manajemen Bencana Kantor Kabinet (bahasa Inggris)
Situs web: http://www.bousai.go.jp/

・Kantor Perdana Menteri (bahasa Inggris, Mandarin)
Situs web: kantei.go.jp/jp/headline/bousai/sonae.html

・Stay Safe with NHK WORLD-JAPAN (tersedia dalam 18 bahasa)
Situs Web: https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/special/staysafe/

・Informasi Bencana dan Pencegahan Bencana dari Komite Komunikasi Internasional Tokyo (tersedia dalam 7 bahasa. Bahasa lain tersedia dengan dukungan Google Terjemahan)
Situs Web: https://www.tokyo-icc.jp/information/howto.html

・Situs Web Pencegahan Bencana Tokyo (tersedia dalam 9 bahasa)
Situs Web: https://www.bousai.metro.tokyo.lg.jp/index.html

・Sistem Informasi Terpadu Pengendalian Banjir Pemerintah Metropolitan Tokyo (bahasa Inggris, Mandarin, Korea)
Situs Web: http://www.kasen-suibo.metro.tokyo.jp/im/tsim0101g.html

・Tokyo Amesh (bahasa Inggris, Korea, Mandarin Tradisional, Mandarin Disederhanakan)
Situs Web: https://tokyo-ame.jwa.or.jp/

・Peta Area Peringatan Longsor Tokyo (hanya bahasa Jepang)
Situs Web: http://www2.sabomap.jp/tokyo/index.php

Untuk informasi lebih lanjut tentang evakuasi, pengoperasian tempat pengungsian, dan cara membantu mereka yang terkena bencana, silakan kunjungi situs web resmi pemerintah kota setempat.

3. TV

Dengan menekan tombol “d” pada remote sambil menonton siaran digital terestrial, Anda dapat memeriksa informasi cuaca, curah hujan, ketinggian air, peringatan evakuasi dari pemerintah setempat, dan tempat pengungsian.

Penempatan tombol d akan berbeda tergantung pada jenis remote-nya.

Nomor Telepon Darurat

Jika terjadi bencana skala besar, telepon dan internet mungkin akan mati karena semua orang mencoba menggunakannya. Namun, untuk berjaga-jaga, Anda tetap harus mengingat beberapa nomor darurat Jepang yang paling penting.

・Japan Visitor Hotline (JNTO): 050-3816-2787
Call center ini menawarkan bantuan kepada pengunjung asing di Jepang selama keadaan darurat 24/7, 365 hari setahun, dan mendukung berbagai bahasa.
Situs Web: https://www.japan.travel/en/plan/hotline/

・Pemadam Kebaran dan Nomor Darurat: 119 
Apabila Anda terluka dan tidak dapat bergerak, terjebak di bangunan yang runtuh, atau jika terjadi kebakaran, hubungi 119.

・Polisi: 110
Segera hubungi polisi jika terjadi perampokan, pencopetan, atau kecelakaan lalu lintas. Jika ada tanah longsor yang menghalangi jalan atau Anda menemukan anak hilang, silakan menghubungi 110.

・Nomor Darurat Bencana: 171
Nomor darurat yang bisa digunakan saat komunikasi ke daerah bencana menjadi sulit. Setiap operator seluler memiliki layanan yang sama.
Cara Menggunakan:
Langkah 1: Hubungi 171
Langkah 2: Tekan 1 untuk Merekam dan tekan 2 untuk Memutar
Langkah 3: Pilih nomor telepon orang yang ingin Anda hubungi (termasuk kode areanya)

Untuk meminimalkan kerusakan akibat bencana alam, Anda harus siap siaga setiap hari, dan mengetahui sebelumnya apa yang harus dilakukan ketika bencana datang. Menghadapi bencana alam bukanlah sebuah rutinitas. Oleh sebab itulah Anda harus bersiap-siap untuk segala kemungkinan karena Anda tidak akan pernah terbiasa. Dengan melakukan hal-hal yang disebutkan di atas, Anda mungkin dapat menyelamatkan hidup Anda dan orang lain. Ingat, bencana bisa melanda kapan saja tanpa pandang waktu.

The information in this article is accurate at the time of publication.

3 Shares:
You May Also Like